Di sisi lain, kekerasan juga terjadi di tempat terpisah. Seorang pria dari desa Nabi Samwil, yang terletak di barat laut Yerusalem Timur, diserang oleh para pemukim. Korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi memar.
Gelombang kekerasan ini seolah beriringan dengan operasi militer Israel yang kian intensif. Hanya kemarin, penggerebekan dan penghancuran dilaporkan terjadi di Nablus, Al Khader, dan Salfit. Situasinya benar-benar mencekam.
Sementara itu, pemerintah Israel justru mengambil langkah-langkah yang memperkuat cengkeramannya. Mereka mempermudah pemukim membeli tanah Palestina. Tak hanya itu, pendaftaran tanah Palestina sebagai tanah negara Israel juga dibuka lebar-lebar. Langkah ini jelas menuai kecaman dari berbagai pihak.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Soroti Darurat Pemahaman Bacaan di Kalangan Anak Indonesia
Pria 27 Tahun Selamat Usai Dievakuasi dari Sumur di Tanah Datar
Tito Karnavian Tinjau Penanganan Pengungsi Terakhir di Aceh Tamiang
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Permukiman di Pondok Ijo, Ciputat