Observatorium Ponpes Assalam Sukoharjo: Hilal Tak Terlihat, Ramadan 2026 Diprediksi Jatuh 19 Februari

- Rabu, 18 Februari 2026 | 05:15 WIB
Observatorium Ponpes Assalam Sukoharjo: Hilal Tak Terlihat, Ramadan 2026 Diprediksi Jatuh 19 Februari

Implikasi Hasil dan Prediksi Awal Ramadan

Berdasarkan temuan di lapangan tersebut, maka tanggal 17 Februari 2026 dipastikan sebagai hari ke-30 bulan Syakban. Prinsip ini mengacu pada metode rukyat yang berlaku. Dengan demikian, awal bulan suci Ramadan diprediksi akan dimulai sehari setelah esok.

"Karena negatif tidak terlihat dan itu jadi perintah nabi. Secara astronomi, Menteri Agama diprediksi akan memutuskan secara kenegaraan tanggal 29 Syakban digenapkan jadi 30 Syakban malam ini. Jadi malam ini adalah tanggal 30 Syakban. Dan diprediksi awal Ramadan jatuhnya Kamis, 19 Februari 2026 karena hilal secara astronomi negatif di seluruh Indonesia," imbuh Sugeng Riyadi.

Menunggu Keputusan Resmi Pemerintah

Prediksi dari Observatorium Assalam ini sejalan dengan perhitungan (hisab) dari berbagai wilayah di Indonesia yang secara konsisten menunjukkan posisi hilal masih di bawah ufuk. Meski data dari lapangan sudah cukup jelas, penetapan tanggal tetap berada di tangan pemerintah.

Kementerian Agama RI akan menggelar sidang isbat di Jakarta untuk memutuskan hal ini secara resmi. Masyarakat pun diimbau untuk bersabar menunggu pengumuman dari otoritas yang berwenang, sambil menjaga semangat toleransi dan persatuan dalam menyambut bulan suci.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar