Di sisi lain, Qassem juga menyelipkan harapan lain. Ia menyerukan agar dewan ini mendukung komite teknokrat Palestina yang baru dibentuk. Komite itu dimaksudkan untuk mengurusi pemerintahan sehari-hari Gaza setelah perang usai. "Agar upaya bantuan dan rekonstruksi di Gaza dapat dimulai," ujarnya.
Sejak diluncurkan Trump di Forum Ekonomi Dunia Davos pada Januari lalu, BoP sudah mendapat dukungan dari setidaknya 19 negara. Mereka telah menandatangani piagam pendiriannya. Meski begitu, cara kerjanya menuai kontroversi. Negara-negara anggota diminta membayar tak tanggung-tanggung: satu miliar dolar AS untuk keanggotaan tetapnya.
Belum lagi soal undangan. Presiden Rusia Vladimir Putin diundang bergabung, langkah yang langsung disambut kritik tajam mengingat invasi negaranya ke Ukraina pada 2022. Semuanya menambah daftar tanda tanya tentang masa depan dewan perdamaian yang satu ini.
Artikel Terkait
Pemerintah Percepat Fasilitas Kesehatan Penunjang IKN di Penajam Paser Utara
Gubernur DKI: Ukhuwah Islamiyah Bisa Cegah Perang Berkepanjangan di Timur Tengah
Politisi Desak Penegakan Hukum atas Intimidasi Petugas Kebersihan di Cengkareng
Cuaca Panas Ekstrem Ancam Kesehatan, Waspadai Panas Dalam hingga Heatstroke