Malam itu, Rano bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memang hadir di lokasi. Mereka menyaksikan sendiri gelaran yang memadukan dua budaya. Tak cuma pertunjukan Barongsai yang khas Imlek, panggung juga diramaikan oleh Tari Saman, Tari Randai Piring, hingga Rampak Bedug dan Tari Zapin Betawi.
Nuansa Ramadhan pun sudah terasa. Sebuah pawai obor elektrik yang diikuti 400 anak-anak berjalan membawa semangat menyambut bulan suci. Suasana jadi hidup, penuh warna.
Bagi Rano, acara transisi dari Imlek ke Ramadhan seperti ini punya potensi besar. Ia berharap ini bisa menjadi semacam ikon pembuka bulan puasa di Ibu Kota. Sesuatu yang memberi pengalaman visual tak terlupakan, baik bagi warga Jakarta sendiri maupun para wisatawan yang berkunjung.
Jadi, tahun depan tunggu saja. Jika usulannya direalisasikan, Jakarta mungkin akan menyuguhkan sebuah perayaan akbar yang benar-benar berbeda. Sebuah pesta untuk ulang tahunnya yang ke-5 abad.
Artikel Terkait
Dua Wanita Berkelahi di Jalan Parepare, Diduga Perebutan Pria
Paus Leo XIV Pimpin Via Crucis dengan Memikul Salib di Koloseum, Tiru Tradisi Yohanes Paulus II
Jokowi Ungkap Percakapan dengan Pemimpin UEA soal Ketidakpastian Akhir Perang dan Harga Minyak
Hendrawan Temukan Ayahnya di Bandung Barat Setelah 18 Tahun Hilang