Denpasar Siapkan Festival Lampion Sambut Imlek 2026 dan HUT ke-238 Kota

- Selasa, 17 Februari 2026 | 23:00 WIB
Denpasar Siapkan Festival Lampion Sambut Imlek 2026 dan HUT ke-238 Kota

Di balik nuansa budaya yang kental, festival ini juga diharapkan dapat memberikan suntikan positif bagi perekonomian lokal. Pemerintah Kota Denpasar optimis bahwa kemeriahan acara akan menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, sehingga mampu mendorong aktivitas para pelaku UMKM di sekitar lokasi.

Ke depan, ada rencana untuk lebih menonjolkan karakter budaya Tionghoa di kawasan Jalan Kartini melalui penataan khusus. Namun, rencana tersebut dirancang dengan kehati-hatian tinggi agar tetap sejalan dan tidak mengganggu kearifan lokal serta pelaksanaan tradisi adat setempat, seperti upacara Ngaben.

Makna Lampion dan Identitas Kota

Dalam tradisi Tionghoa, lampion merah bukan sekadar hiasan. Ia menyimpan makna sebagai simbol harapan, keberuntungan, dan energi positif untuk masa depan. Dominasi warna merah yang menghiasi sudut-sudut kota pun melambangkan semangat kemakmuran.

Dengan demikian, kehadiran 700 lampion yang menyala serentak di malam hari diharapkan mampu menebarkan pesan yang lebih dalam. Cahayanya diharapkan tidak hanya mempercantik wajah Denpasar, tetapi juga terus memperkuat identitas kota ini sebagai ruang hidup bersama yang inklusif, di mana persatuan dalam keberagaman bukan hanya cita-cita, melainkan kenyataan yang dirayakan.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar