“Perbaikan yang kami lakukan ini untuk menyambut Ramadan supaya masyarakat nyaman ketika ingin beribadah,” ujar Prajurit Dua (Prada) Akbar Maulana, salah seorang petugas yang terlibat.
Ia menjelaskan, pekerjaan perbaikan itu melibatkan sepuluh anggota TNI dan warga lokal. Upaya tersebut terus dilakukan secara intensif untuk memastikan kenyamanan jamaah yang akan menunaikan shalat Tarawih di bulan penuh berkah ini.
Keteguhan di Awal Bulan Suci
Dua gambaran dari Tapanuli Selatan ini memperlihatkan sebuah kontras yang menyentuh. Di satu sisi, terdapat keteguhan iman warga Garoga yang bersembahyang di tengah puing. Di sisi lain, terpancar semangat gotong royong warga Huta Godang dan TNI yang memulihkan tempat ibadah. Keduanya sama-sama mencerminkan makna hakiki dari Ramadan: ketahanan, kebersamaan, dan upaya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dalam segala keadaan. Awal bulan suci tahun ini bagi mereka bukan hanya soal penentuan tanggal, tetapi lebih tentang merawat spirit keagamaan di atas ujian berat yang telah dilalui.
Artikel Terkait
Banjir Rendam 552 Rumah di Donggala, Dua Kecamatan Terdampak
Penyelundupan 202 Reptil Hidup ke Dubai Digagalkan di Soekarno-Hatta
AS dan Iran Saling Klaim Soal Nasib Jet Tempur F-15 yang Jatuh
Pegawai Tangerang dan Tangsel Mulai WFH Setiap Jumat Pekan Depan