Jaringan Pengamatan Hilal yang Luas
Untuk memastikan keakuratan, proses rukyat dilaksanakan dengan cermat di 29 lokasi strategis di seluruh penjuru Malaysia. Pendekatan geografis yang luas ini memungkinkan pengamatan dari berbagai sudut dan kondisi atmosfer, yang merupakan praktik standar dalam ilmu falak kontemporer.
Beberapa titik pengamatan utama meliputi Baitul Hilal Bangunan Sultan Ismail di Pontian, Johor, serta Kompleks Falak Al-Khawarizmi di Kampung Balik Batu, Tanjung Bidara, Melaka. Di wilayah tengah, pengamatan juga berlangsung dari landmark seperti Menara Kuala Lumpur dan Pusat Konvensi Internasional Putrajaya.
Sementara itu, di pantai barat, aktivitas serupa dilakukan di Kompleks Baitul Hilal Telok Kemang, Port Dickson, Negeri Sembilan. Wilayah Selangor pun turut berkontribusi dengan beberapa pos observasi, termasuk di Bukit Melawati, Kuala Selangor; Bukit Jugra, Banting; dan Observatorium Selangor di Sabak Bernam.
Rangkaian lokasi yang tersebar ini mencerminkan komitmen otoritas untuk melakukan verifikasi data secara menyeluruh sebelum sebuah keputusan keagamaan yang berdampak nasional diambil. Dengan demikian, masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan keyakinan penuh terhadap ketepatan waktunya.
Artikel Terkait
Lansia di Jepara Tewaskan Mantan Mertua Usai Bakar Korban dengan Pertalite
Banjir Demak Rendam 8 Desa, 2.839 Warga Mengungsi Akibat Tanggul Jebol
Iran Ancam Serang Pangkalan AS dan Sekutu di Teluk Jika Pasukan Tak Ditarik
Perwira Polisi di Jambi Didemosi Usai Kurir Sabu 58 Kg Kabur dari Ruang Penyidikan