"Di tengah kebhinekaan yang dimiliki, Indonesia membutuhkan kohesi sosial yang kuat sehingga setiap anak bangsa mampu bergerak untuk mewujudkan cita-cita bersama," tuturnya.
Oleh karena itu, ia melihat perayaan seperti Imlek bukan sebagai ritual yang terisolasi, melainkan sebagai praktik nyata dalam merawat kebersamaan. Semangat gotong royong dan saling menghargai yang mengemuka selama perayaan dinilainya sebagai modal sosial yang sangat berharga.
Momentum untuk Memperkokoh Persatuan
Di penghujung pernyataannya, Rerie menyampaikan harapan agar momentum sukacita Tahun Baru Imlek tahun ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Tujuannya jelas: untuk semakin memantapkan persatuan nasional. Dalam analisisnya, bangsa yang bersatu dan memiliki ikatan sosial yang kokoh akan memiliki daya saing yang lebih tangguh di panggung global.
Pandangan ini menegaskan bahwa di balik kemeriahan tradisi, terdapat nilai-nilai universal yang relevan dengan upaya bersama membangun masa depan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.
Artikel Terkait
BMKG Catat 111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Subsidi Jelang Libur Panjang di Madiun Raya
Arema FC dan Malut United Bermain Imbang 1-1 di Kanjuruhan
Banjir Rendam Ribuan Rumah di Lima Kecamatan Grobogan