Dalam operasi pengamanan, petugas tidak menemukan senjata tajam. Seluruh jukir yang terjaring operasi merupakan warga sekitar Tanah Abang. Mereka akan menjalani proses pembinaan dan diwajibkan untuk lapor sebagai bagian dari upaya penertiban.
Operasi Gabungan Jaga Ketertiban Pasar
Upaya penertiban ini tidak hanya melibatkan kepolisian. Pemerintah setempat turun langsung dengan mengerahkan puluhan personel gabungan. Camat Tanah Abang, Dwiarti Indriani Utami, memaparkan bahwa para jukir diamankan di empat titik rawan: sekitar Blok F, Blok A Tanah Abang, Mall Thamrin City, dan area seberang Hotel Caravan.
“Kami bersama jajaran Polsek Tanah Abang, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakpus, dan jajaran kecamatan kerahkan 80 personil dalam menjaga ketertiban di wilayah Pasar Tanah Abang,” ungkap Utami.
Operasi gabungan ini merupakan langkah konkret untuk mencegah terulangnya praktik pungli dan menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib. Fokusnya adalah mengatasi berbagai sumber kesemrawutan, mulai dari parkir liar hingga pedagang yang berjualan di badan jalan.
“Pedagang yang tumpah ke jalan kita minta untuk tidak berdagang di badan jalan. Kendaraan yang parkir sembarangan kita lakukan penindakan dengan cabut pentil ban motor mereka,” tutur Camat Utami.
Langkah tegas ini diharapkan dapat mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung serta pedagang di Pasar Tanah Abang, sekaligus memberikan efek jera agar praktik serupa tidak terulang di masa mendatang.
Artikel Terkait
Gattuso Mundur dari Kursi Pelatih Italia Usai Gagal ke Piala Dunia 2026
Putin Siap Turun Tangan Redakan Ketegangan AS-Iran, Peringatkan Dampak Global
BMKG Catat 111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Subsidi Jelang Libur Panjang di Madiun Raya