Lebih lanjut Aldi menambahkan, selama pengamanan berlangsung, tidak ditemukan tindak pidana atau gangguan keamanan yang menonjol. Aktivitas di pelabuhan berjalan tertib. Semua berlangsung normal.
Operasi pengamanan ini dipimpin langsung oleh Padal Pam Pelabuhan Tanjung Harapan. Mereka menempatkan tujuh personel di titik-titik strategis. Tugasnya macam-macam: mengatur arus penumpang yang kadang kalap, memantau proses bongkar muat barang, dan tentu saja siaga mengantisipasi segala kemungkinan gangguan.
Personel yang terlibat antara lain Ipda Sabar Bernard Alexsander, Aiptu Dwi Padianto, Aipda Joko Sani, Aipda Yurnaldi, Bripda Yohanes Sitompul, Bripda Kevin Imanuel Simanjuntak (Raga), dan Bripda M. Rizky Wahyudi.
Di sisi lain, data pergerakan kapal juga cukup menarik untuk dilihat. Tercatat ada 29 armada yang beroperasi pada hari itu. Rinciannya, 3 kapal untuk rute internasional dan sisanya, 26 kapal, melayani rute domestik.
Untuk penumpang rute luar negeri, jumlahnya mencapai 417 orang. Dari angka itu, 404 di antaranya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan 13 lainnya Warga Negara Asing (WNA). Sekitar 210 penumpang turun di Selatpanjang, sementara 207 orang lainnya berangkat ke tujuan.
Sementara itu, lalu lintas penumpang domestik jauh lebih sibuk. Angkanya mencapai 1.893 orang. Sebanyak 1.410 penumpang turun di pelabuhan, dan 483 orang naik kapal untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah.
Artikel Terkait
Gattuso Mundur dari Kursi Pelatih Italia Usai Gagal ke Piala Dunia 2026
Putin Siap Turun Tangan Redakan Ketegangan AS-Iran, Peringatkan Dampak Global
BMKG Catat 111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Subsidi Jelang Libur Panjang di Madiun Raya