Senin lalu, langit di atas beberapa titik Jakarta Timur tampak tak biasa. Bukan cuma burung atau pesawat yang melintas, tapi juga drone milik Korlantas Polri. Mereka sibuk memantau lalu lintas di Jalan MT Haryono dan Jalan Alternatif Cibubur. Patroli udara ini adalah bagian dari sistem ETLE Drone Patrol Presisi yang lagi gencar dioperasikan. Intinya sih, mengajak kita semua untuk lebih tertib di jalan.
Menurut sejumlah saksi, kehadiran drone itu cukup menarik perhatian. Nah, ini sejalan dengan komitmen Kakorlantas, Irjen Agus Suryonugroho, yang mau revitalisasi penegakan hukum pakai cara-cara digital. Apalagi akhir pekan panjang biasanya bikin mobilitas masyarakat melonjak. Jadi, langkah antisipatif ini diambil buat memperkuat apa yang mereka sebut Kamseltibcarlantas keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Di sisi lain, operasi teknisnya nggak main-main. Semua dikendalikan dan dikoordinasi langsung oleh Brigjen Faizal selaku Dirgakkum Korlantas, dengan pengawasan teknis dari Kombes Dwi Sumrahadi Rakhmanto. Tujuannya jelas: agar setiap tahapan, dari perencanaan sampai pengawasan, berjalan profesional dan terukur. Basisnya data elektronik yang akurat, jadi lebih ada kepastiannya.
Memang, fungsi drone ETLE ini cukup strategis. Pemantauan dari udara memberi sudut pandang yang lebih luas dan fleksibel. Mereka bisa mendeteksi pelanggaran yang berpotensi bikin macet atau bahkan kecelakaan. Teknologi ini jadi pendekatan preventif yang modern, sekaligus adaptif dengan dinamika lalu lintas yang serba cepat, terutama di kawasan penyangga ibu kota.
Yang menarik, semua data hasil pantauan langsung nyambung ke Sistem ETLE Nasional. Jadi, setiap temuan nggak serta merta jadi tilang. Ada proses identifikasi dan verifikasi dulu secara sistematis, baru diproses sesuai aturan. Sistem ini menunjukkan komitmen Korlantas membangun pengawasan berbasis teknologi yang transparan. Bisa dibilang, ini adalah bagian dari transformasi digital Polri di bidang lalu lintas.
Artikel Terkait
Atap PAUD Ambruk di Pandeglang, Laporan Revitalisasi Sebelumnya Tak Digubris
Kebakaran Diduga Korsleting Hanguskan Ruang Guru SD di Bogor, Ujian Ditunda
BMKG Catat 422 Gempa Susulan Usai Gempa M 7,6 di Bitung
Gempa M 5,2 Guncang Maluku Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami