Sudah jadi langkah rutin, tapi tetap saja jadi perhatian. Menjelang Lebaran 2026, pemerintah kembali merilis skema rekayasa lalu lintas untuk mengatur arus mudik dan balik. Rencananya, bakal diterapkan beberapa skema seperti contra flow, sistem satu arah (one way), dan tak ketinggalan ganjil-genap di titik-titik rawan.
Semua aturan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama yang diteken oleh Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian PUPR. Tujuannya jelas: mengantisipasi kemacetan parah di jalan saat puncak arus perjalanan.
Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, langkah ini memang bukan hal baru.
"Adanya pengaturan ini bukanlah hal yang baru. Ini perlu dilakukan agar dapat mengurai kepadatan dan menciptakan kelancaran arus lalu lintas sehingga semua pemudik merasakan kenyamanan dan keamanan serta mengutamakan aspek keselamatan,"
Ujarnya dalam keterangan pers, Senin (16/2/2026).
Sistem Satu Arah (One Way)
Untuk arus mudik, sistem satu arah akan berlaku di ruas Tol Jakarta-Cikampek (KM 70) hingga Tol Semarang-Solo (KM 421). Waktunya mulai 17 Maret pukul 12.00 WIB sampai 20 Maret tengah malam.
Nah, untuk arus baliknya berlaku sebaliknya: dari KM 421 Tol Semarang-Solo menuju KM 70 Tol Jakarta-Cikampek. Periode ini lebih panjang, yakni dari 23 Maret pukul 12.00 WIB hingga 29 Maret pukul 24.00 WIB.
Aan memberi penjelasan teknis. Saat one way arus mudik berlangsung, semua pintu tol yang mengarah ke Jakarta akan ditutup. Begitu pula sebaliknya saat arus balik, pintu tol menuju Semarang yang tak bisa dilalui.
"Sementara pada jalan tol Cipali, kendaraan dari jalan tol Cisumdawu menuju arah Jakarta saat arus mudik ataupun menuju arah Semarang saat arus balik dapat keluar di gerbang tol Cimalaka dan Cisumdawu Jaya,"
jelasnya.
Ada juga fase persiapan dan normalisasi. Sebelum sistem satu arah dimulai, akan ada penutupan jalan masuk dan pembersihan jalur serta rest area. Untuk mudik, ini dilakukan pada 17 Maret pukul 10.00-12.00 WIB dari KM 421 ke KM 70. Setelah periode one way selesai, kondisi lalu lintas akan dinormalisasi kembali di waktu dini hari.
Contra Flow di Ruas Vital
Skema contra flow juga disiapkan, terutama di titik rawan macet seperti Tol Jakarta-Cikampek (KM 47-70). Untuk arus mudik, contra flow ini berlaku dalam tiga gelombang: mulai 17 Maret sore hingga 20 Maret tengah malam, lalu kembali pada 21 dan 22 Maret di jam-jam tertentu.
Sedangkan untuk arus balik, contra flow di Tol Jakarta-Cikampek berlaku lebih lama, yakni dari 23 Maret pukul 14.00 WIB sampai 29 Maret tengah malam. Tak hanya itu, ruas Tol Jagorawi (KM 21-8) juga akan menerapkannya pada tanggal 24 dan 29 Maret di waktu sore.
Ganjil-Genap Masih Jadi Andalan
Yang satu ini pasti sudah familiar. Sistem ganjil-genap akan diterapkan di dua titik: Tol Karawang Barat (KM 47) hingga Kalikangkung (KM 414), serta sepanjang Tol Tangerang-Merak (KM 31-98) untuk dua arah.
Jadwalnya, untuk arus mudik berlaku dari 17 Maret pukul 14.00 WIB hingga 20 Maret pukul 24.00 WIB. Sementara arus balik, aturan ini berlangsung hampir seminggu penuh, mulai 23 Maret dini hari sampai 29 Maret tengah malam.
Tapi tenang, aturan ini punya banyak pengecualian. Kendaraan dinas negara, angkutan umum pelat kuning, ambulans, pemadam kebakaran, hingga kendaraan yang membawa penyandang disabilitas bebas dari aturan ganjil-genap. Mobil barang tertentu juga dikecualikan.
Aan menekankan bahwa semua skema ini bisa saja berubah. Semuanya tergantung kondisi di lapangan.
"Apabila terdapat perubahan arus lalu lintas secara tiba-tiba, pihak kepolisian dapat melaksanakan manajemen operasional sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan,"
tutupnya. Jadi, para pemudik disarankan tetap update informasi terbaru selama di perjalanan.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Empat Pelabuhan untuk Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 2026
Tiga Tersangka Pencurian Batik Senilai Rp1,3 Miliar di Senayan Diringkus Polisi
Netizen Soroti Posisi Atta dan Aurel di Acara Keluarga Halilintar
Rumah Jokowi di Solo Diberi Label Tembok Ratapan di Google Maps