Penyelenggaraan Festival Imlek Nasional tahun ini menjadi fokus pemerintah untuk memeriahkan perayaan. Lebih dari sekadar pesta kembang api dan kuliner, festival ini dimaksudkan sebagai momentum untuk menjaga kelestarian tradisi turun-temurun di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang tak terbendung.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyoroti pentingnya keseimbangan antara kemajuan zaman dan akar budaya. Logo resmi perayaan tahun ini pun dirancang untuk menyampaikan pesan tersebut.
"Hal itu ditunjukkan di dalam logo kita (logo Imlek Nasional 2026), bahwa pada era modernisasi jangan lupa grounding, membumi ke dalam akar budaya dan tradisi. Imlek Nasional tidak hanya membawa Imlek tradisional, tetapi menyajikannya ke arah modern supaya dapat diterima seluruh lapisan masyarakat," ungkap Irene Umar.
Ragam Acara Festival Imlek Nasional 2026
Untuk mewujudkan visi tersebut, serangkaian acara digelar di ibu kota. Masyarakat dapat menikmati berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur seni, kuliner, dan edukasi budaya sepanjang bulan Februari hingga awal Maret 2026. Beberapa acara utama yang patut diantisipasi antara lain Festival Lentera di Jakarta yang berlangsung cukup panjang, dari 13 Februari hingga 3 Maret.
Selanjutnya, Lapangan Banteng akan menjadi pusat keramaian dengan penyelenggaraan Bazar Harmoni Imlek Nusantara, yang menampilkan festival pasar kuliner, seni, dan produk kreatif, bersamaan dengan Museum Terbuka Akulturasi Budaya Tionghoa. Puncak perayaan akan diwarnai oleh Parade Imlek Nusantara yang dijadwalkan pada 28 Februari 2026, menampilkan kekayaan budaya Tionghoa Indonesia dalam sebuah karnaval yang meriah.
Artikel Terkait
Penyelundupan 202 Reptil Hidup ke Dubai Digagalkan di Soekarno-Hatta
AS dan Iran Saling Klaim Soal Nasib Jet Tempur F-15 yang Jatuh
Pegawai Tangerang dan Tangsel Mulai WFH Setiap Jumat Pekan Depan
Korban Laporan Begal di Lebak Bulus Ternyata Sasaran Pengeroyokan Tawuran