Tanjungpinang Gelar Shalat Istisqa Respons Kemarau Panjang

- Minggu, 15 Februari 2026 | 00:45 WIB
Tanjungpinang Gelar Shalat Istisqa Respons Kemarau Panjang

"Kita berharap dengan doa bersama ini, kondisi segera membaik. Karena jika debit air terus menurun, tentu akan berdampak luas terhadap kebutuhan dasar masyarakat," tambahnya.

Apresiasi untuk Partisipasi Masyarakat

Raja Ariza juga menyampaikan penghargaan yang mendalam atas solidaritas yang ditunjukkan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran mereka dalam ritual tersebut menunjukkan kesadaran kolektif akan pentingnya mengatasi masalah ini secara bersama-sama.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimda, OPD, instansi vertikal, organisasi masyarakat Islam, dan masyarakat Tanjungpinang yang telah bersama-sama melaksanakan Shalat Istisqa hari ini," ujarnya.

Makna dan Prosedur Shalat Istisqa

Shalat Istisqa sendiri merupakan ibadah sunnah yang memiliki akar tradisi kuat dalam Islam, khususnya dilakukan sebagai respons atas musim kemarau yang parah. Shalat ini dilaksanakan secara berjamaah di tempat terbuka, terdiri dari dua rakaat, dan diikuti dengan dua khutbah. Inti dari ritual ini adalah memperbanyak permohonan ampun (istighfar) dan doa kepada Sang Pencipta, mengembalikan segala urusan kepada-Nya di tengah keterbatasan manusia. Pelaksanaannya di Tanjungpinang mencerminkan harmoni antara upaya nyata dan harapan spiritual dalam menyikapi tantangan alam.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar