"Kita berharap dengan doa bersama ini, kondisi segera membaik. Karena jika debit air terus menurun, tentu akan berdampak luas terhadap kebutuhan dasar masyarakat," tambahnya.
Apresiasi untuk Partisipasi Masyarakat
Raja Ariza juga menyampaikan penghargaan yang mendalam atas solidaritas yang ditunjukkan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran mereka dalam ritual tersebut menunjukkan kesadaran kolektif akan pentingnya mengatasi masalah ini secara bersama-sama.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimda, OPD, instansi vertikal, organisasi masyarakat Islam, dan masyarakat Tanjungpinang yang telah bersama-sama melaksanakan Shalat Istisqa hari ini," ujarnya.
Makna dan Prosedur Shalat Istisqa
Shalat Istisqa sendiri merupakan ibadah sunnah yang memiliki akar tradisi kuat dalam Islam, khususnya dilakukan sebagai respons atas musim kemarau yang parah. Shalat ini dilaksanakan secara berjamaah di tempat terbuka, terdiri dari dua rakaat, dan diikuti dengan dua khutbah. Inti dari ritual ini adalah memperbanyak permohonan ampun (istighfar) dan doa kepada Sang Pencipta, mengembalikan segala urusan kepada-Nya di tengah keterbatasan manusia. Pelaksanaannya di Tanjungpinang mencerminkan harmoni antara upaya nyata dan harapan spiritual dalam menyikapi tantangan alam.
Artikel Terkait
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Malut dan Sulut
Gempa Susulan M 5,5 dan M 3,7 Guncang Maluku Utara Usai Gempa Utama M 7,6
Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Laut Bitung, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi ASN yang WFH di Kafe alih-alih di Rumah