Profesional Logistik Indonesia Yukki Nugrahawan Raih Gelar Tertinggi dan Duduki Dewan Penasihat CILT Global

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:30 WIB
Profesional Logistik Indonesia Yukki Nugrahawan Raih Gelar Tertinggi dan Duduki Dewan Penasihat CILT Global

MURIANETWORK.COM - Yukki Nugrahawan Hanafi, seorang profesional logistik Indonesia dengan pengalaman hampir tiga dekade, baru saja menerima pengakuan tertinggi dari lembaga global The Chartered Institute of Logistics and Transport (CILT). Ia dianugerahi gelar Chartered Fellowship (FCILT) sekaligus ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat organisasi tersebut. Penunjukan ini menegaskan posisinya sebagai salah satu pemikir strategis di kancah logistik internasional.

Rekam Jejak yang Diakui Secara Global

Pengangkatan Yukki Nugrahawan Hanafi bukanlah keputusan yang sembarangan. Langkah ini didasarkan pada rekam jejaknya yang solid selama hampir 30 tahun sebagai pelaku usaha di bidang logistik dan rantai pasok di Indonesia. Namanya juga dikenal luas melalui berbagai kepemimpinan organisasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia pernah memegang tampuk kepemimpinan sebagai Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) selama sembilan tahun, dari 2014 hingga 2023. Tak hanya itu, ia juga pernah menjabat sebagai Chairman ASEAN Federation of Forwarders Associations (AFFA) dan saat ini mengemban peran sebagai Senior Vice President di International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA).

Nilai Tambah bagi Pengembangan SDM Logistik

President CILT Indonesia, Iman Gandi Mihardja, menyambut baik masuknya Yukki ke dalam struktur dewan penasihat. Menurutnya, keahlian dan pengalaman praktis yang dibawa Yukki merupakan aset berharga.

“Sebagai ahli dalam bidang logistik dan rantai pasok dengan pengalaman hampir 30 tahun sebagai pelaku usaha dan pemimpin organisasi, bergabungnya Yukki Nugrahawan Hanafi menjadi nilai tambah bagi CILT untuk bertumbuh dalam jangka panjang dalam meningkatkan kualitas SDM logistik yang mumpuni, khususnya di Indonesia,” jelas Iman Gandi Mihardja.

Mengenal CILT dan Gelar Chartered Fellowship

The Chartered Institute of Logistics and Transport sendiri merupakan lembaga profesional global yang berfokus pada advokasi, edukasi, dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor logistik. Berdiri sejak 1919 di London, jaringan CILT kini mencakup lebih dari 30 negara dengan puluhan ribu anggota.

Gelar Chartered Fellowship (FCILT) yang diterima Yukki merupakan tingkatan tertinggi yang diberikan CILT. Gelar ini merupakan pengakuan formal terhadap para pemimpin mapan yang telah memberikan dampak signifikan dan berkelanjutan dalam industri, serta menandakan keahlian tingkat senior dan pengaruh strategis mereka.

Komitmen untuk Kontribusi Positif

Yukki Nugrahawan Hanafi menyatakan rasa hormatnya atas kepercayaan yang diberikan. Ia melihat amanah baru ini sebagai kesempatan untuk berkontribusi lebih luas.

“Saya merasa terhormat untuk bergabung sebagai Dewan Penasihat CILT guna mendorong pertumbuhan dan peningkatan kualitas SDM logistik baik di Indonesia maupun tingkat global. Saya termotivasi untuk membawa pengalaman Indonesia dalam upaya peningkatan pembangunan kapasitas logistik, serta jaringan luas melalui keterlibatan saya di berbagai forum dan organisasi global,” ungkapnya.

Harapannya, langkah ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi industri logistik nasional. Ia menekankan peran vital sektor ini dalam perekonomian.

“Sektor logistik dan rantai pasok Indonesia terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, baik dari sisi investasi maupun penciptaan lapangan kerja. Karena itu, saya berharap melalui keterlibatan saya di CILT dapat memperkokoh kualitas SDM nasional sehingga sektor logistik terus memainkan peran utama sebagai penyangga aktivitas ekonomi,” tutur Yukki.

Bergabung dengan Dewan Penasihat Internasional

Dalam perannya di Dewan Penasihat CILT, Yukki akan bekerja sama dengan para pakar lain dari berbagai belahan dunia. Anggota dewan tersebut berasal dari negara-negara seperti Inggris, Sri Lanka, Hong Kong, dan Uganda, mencerminkan sifat global dari organisasi dan tantangan logistik yang dihadapi bersama.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar