AMPRO Fight 2026 Sukses Digelar, Jadi Titik Awal Kebangkitan Tinju Profesional Indonesia

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:15 WIB
AMPRO Fight 2026 Sukses Digelar, Jadi Titik Awal Kebangkitan Tinju Profesional Indonesia

Dukungan terhadap ajang ini juga datang dari kalangan militer yang terlibat dalam kepanitiaan. Ketua Pelaksana AMPRO Fight, Letkol Inf G. Borlak, melihat event ini sebagai momentum penting untuk menghidupkan kembali ekosistem tinju nasional.

“Kami ingin tinju tidak lagi vakum. Dari empat ronde, enam, delapan hingga sepuluh ronde, ini kami siapkan untuk melahirkan juara nasional,” ujarnya.

Borlak menjelaskan, sistem berjenjang yang dirancang bertujuan untuk membawa petinju terbaik ke kompetisi tingkat Asia Pasifik. Fondasinya, menurut dia, adalah transparansi penilaian dan pemenuhan hak atlet untuk membangun kepercayaan semua pihak.

Dukungan dari KONI dan LPP TVRI

Penyelenggaraan AMPRO Fight mendapat apresiasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Andrie Soetarno, berharap ajang ini dapat menjadi batu pijakan bagi lahirnya petinju berkelas internasional.

“Event ini sangat sejalan dengan pembinaan prestasi. Kita tahu PON digelar empat tahun sekali, terakhir 2024 dan berikutnya 2028,” ungkap Andrie.

Sementara itu, sebagai mitra siaran, LPP TVRI menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan olahraga melalui siaran publik. Direktur Program dan Berita LPP TVRI, Arif Adi Kuswardono, meyakini tayangan langsung semacam ini dapat membangkitkan minat masyarakat.

“Kami sebagai lembaga penyiaran publik mendukung penuh. Siaran olahraga bisa menginspirasi dan membangun ekosistem olahraga,” kata Arif.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan berakhirnya seri perdana yang diwarnai penampilan impresif sejumlah petinju muda, AMPRO Fight 2026 telah meletakkan harapan baru. Rencananya, ajang ini akan menjadi pertandingan berkelanjutan. Evaluasi yang sedang dilakukan ditujukan untuk meningkatkan kualitas secara bertahap, membuka jalan bagi tinju Indonesia untuk kembali bersinar, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kancah yang lebih luas.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar