Sabtu sore di Glodok, suasana kembali riuh. Padahal baru beberapa hari lalu trotoar di kawasan Pecinan itu dibersihkan petugas. Kini, lapak-lapak pedagang kaki lima sudah kembali memenuhi jalur pejalan kaki, berjejalan dengan puluhan motor yang diparkir seenaknya.
Pantauan sekitar pukul empat sore menunjukkan pemandangan yang cukup semrawut. Deretan tenda dan plastik penutup memenuhi sisi trotoar, menjajakan aneka barang dari pakaian sampai makanan. Akibatnya, ruang untuk pejalan kaki nyaris tak tersisa.
Di luar trotoar, situasinya tak kalah parah. Puluhan sepeda motor diparkir rapat, menutupi sebagian besar jalan. Pejalan kaki pun terjepit. Mereka terpaksa berjalan zig-zag mencari celah, atau memilih turun ke badan jalan dan berbagi ruang dengan kendaraan yang melintas cepat.
"Misi, permisi jangan berhenti tengah jalan dong,"
keluh seorang pengunjung yang tampak kesulitan melewati kerumunan itu. Ucapannya nyaris tenggelam oleh hiruk-pikuk sekitar.
Artikel Terkait
Indonesia Desak PBB Selidiki Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Kemnaker Tegaskan Aturan Kerja di Hari Libur dan Hak Upah Lembur Pekerja
Netanyahu Tegaskan Perang dengan Iran Berlanjut, Abaikan Sinyal Damai dari Teheran
UNTR Gelar Buyback Saham Senilai Rp 2 Triliun untuk Dukung Stabilitas Pasar