Gubernur Sumut Sebut Pejabat yang Mundur Mayoritas Berkinerja Buruk

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:45 WIB
Gubernur Sumut Sebut Pejabat yang Mundur Mayoritas Berkinerja Buruk

MURIANETWORK.COM - Lima pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengundurkan diri dalam setahun pertama masa kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya. Gubernur menanggapi fenomena ini dengan menyatakan bahwa hampir semua pejabat yang mundur memiliki catatan kinerja yang buruk berdasarkan penilaian internal pemerintah daerah.

Respons Gubernur: "Alhamdulillah Tahu Diri"

Menanggapi pertanyaan mengenai gelombang pengunduran diri tersebut, Bobby Nasution bersikap terbuka. Mantan Wali Kota Medan itu menegaskan bahwa pemerintah provinsi memiliki sistem penilaian kinerja yang jelas untuk setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Kalau kepala dinasnya buruk ya mundur aja, nggak apa-apa," ucap Bobby Nasution.

Ia melanjutkan penjelasannya dengan nada tegas namun santai. Bobby menuturkan bahwa pihaknya tidak bermaksud menjatuhkan orang, namun fakta penilaian berbicara sendiri.

"Ya tapi yang pasti saya sampaikan, kalau memang mau memberikan alasan apapun kita mempunyai penilaian masing-masing, kita di sini bukan mau menjatuhkan orang, bukan mau menilai orang baik atau buruk, tapi kalau kenapa mengundurkan diri 'ooo ini karena pengelolaan tidak bagus', nanti kita buka semua yang mundur-mundur ini nilainya kek mana, hampir semua buruk semua yang mengundurkan diri, alhamdulillah tahu diri," tuturnya.

Ragam Alasan dan Daftar Pejabat yang Mundur

Di luar penilaian kinerja, catatan di lapangan menunjukkan para pejabat yang mengundurkan diri mengajukan berbagai alasan resmi. Alasan-alasan itu beragam, mulai dari kondisi kesehatan, keinginan untuk melanjutkan pendidikan, perasaan tidak dapat bekerja secara maksimal, hingga keinginan untuk lebih fokus pada keluarga.

Kelima pejabat eselon II yang dimaksud adalah Muhammad Rahmadani Lubis (Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah), Hasmirizal Lubis (Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman), Rajali (Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura), Fitra Kurnia (Kepala Dinas Perindag ESDM), dan Hendra Dermawan Siregar (Kepala Dinas PUPR).

Kasus Terpisah: Mundur Karena Tersandung Korupsi

Selain kelima nama tersebut, terdapat satu pejabat lain yang juga mengundurkan diri, namun dengan latar belakang yang berbeda secara signifikan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Ilyas Sitorus, mengundurkan diri karena tersandung kasus korupsi. Kasus ini menempati konteks yang terpisah dari evaluasi kinerja yang disampaikan Gubernur terhadap kelima pejabat lainnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar