Selain soal kemacetan, kondisi fisik jalan juga menjadi perhatian. Ardian mengakui bahwa cuaca dengan curah hujan tinggi telah menyebabkan munculnya beberapa lubang di sepanjang ruas jalan hingga perbatasan Cianjur. Meski demikian, kerusakan yang terjadi dinilai belum terlalu parah.
Upaya koordinasi telah dilakukan untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan. "Namun itu sudah kami koordinasikan dengan Kementerian PUPR Pusat untuk selalu mengantisipasi agar jangan sampai adanya kecelakaan dikarenakan faktor kerusakan jalan," jelasnya.
Peringatan untuk Titik Rawan Longsor
Ancaman lain yang perlu diwaspadai para pengendara adalah potensi longsor di beberapa titik. Salah satu area yang disebutkan rawan berada di sekitar kawasan Gunung Mas, tepatnya di dekat eks Hibisc dan Masjid At-Ta'awun.
Pihak kepolisian telah memasang rambu peringatan dan pembatas di lokasi-lokasi tersebut. Ardian mengimbau, "Mohon untuk diantisipasi karena di situ sudah kita berikan tanda dengan barrier maupun dengan cone untuk pengendara pada saat melintas tetap harus berhati-hati."
Peringatan ini disampaikan sebagai bentuk kehati-hatian mengingat karakteristik topografi daerah Puncak yang rentan terhadap pergerakan tanah, terutama saat musim penghujan. Pengendara disarankan untuk memperlambat laju kendaraan dan memperhatikan rambu-rambu yang telah dipasang.
Artikel Terkait
Mendagri Resmikan Kebijakan WFH Sehari Seminggu untuk ASN Daerah
Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Investasi Sarang Walet Rugikan Korban Rp 78 Miliar
Mendagri Terbitkan SE, ASN Daerah Boleh WFH Setiap Jumat Mulai 2026
Menaker Usulkan Industri Kreatif Jadi Laboratorium Magang Nasional