Skandal ini bagai membuka luka lama. Debat tentang Perjanjian Oslo dan masa depan solusi dua negara kembali memanas.
Mustafa Barghouti, Sekretaris Jenderal Inisiatif Nasional Palestina, mengaku tidak terkejut.
“Bagi kami, Oslo selalu adalah sebuah jebakan,” katanya kepada Al Jazeera, dengan nada getir.
Di sisi lain, media Norwegia melaporkan keanehan lain: sejumlah dokumen krusial dari periode Januari hingga September 1993 hilang dari arsip Kementerian Luar Negeri negeri itu. Hilang begitu saja.
Menanggapi semua ini, otoritas Norwegia tak tinggal diam. Unit kejahatan ekonomi Okokrim telah membuka penyelidikan. Mereka akan menelusuri setiap dugaan pelanggaran dan tentu saja, dampak memalukan semua ini terhadap reputasi proses perdamaian yang dulu mereka bangun dengan susah payah.
(Keysa Qanita)
Artikel Terkait
Pria Lansia di Banjarmasin Tewas Ditusuk Diduga oleh Adik Iparnya
Pemerintah Terapkan WFH bagi ASN Setiap Jumat Mulai April 2026
Harga Minyak Anjlok Usai Pernyataan Lunak Presiden Iran
Buronan Interpol Bos Mafia Skotlandia Ditangkap di Bandara Bali