Dokumen AS Tautkan Diplomat Oslo Terje Rod-Larsen ke Jaringan Jeffrey Epstein

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:15 WIB
Dokumen AS Tautkan Diplomat Oslo Terje Rod-Larsen ke Jaringan Jeffrey Epstein

Oslo diguncang kabar baru. Dokumen yang mengaitkan diplomat senior Terje Rod-Larsen dengan jaringan Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual, tiba-tiba mencuat ke permukaan. Ini bukan sekadar gosip. Laporan itu langsung memantik pertanyaan serius: bagaimana integritas Perjanjian Oslo yang ia bantu rakit dulu?

Rod-Larsen, ya, dialah salah satu arsitek utama kesepakatan bersejarah antara Israel dan Palestina di tahun 1993 itu. Namanya melekat erat dengan momen diplomasi yang dulu disebut penuh harapan.

Namun begitu, berkas dari Departemen Kehakiman AS dan sejumlah media Norwegia melukiskan gambaran yang sama sekali berbeda. Mereka menyoroti dugaan pinjaman ilegal, penyalahgunaan visa untuk perempuan korban perdagangan seks, dan klausul warisan fantastis dari Epstein. Guncangannya terasa hingga ke jantung komunitas diplomatik internasional, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Dampaknya langsung nyata. Istri Rod-Larsen, Mona Juul yang juga aktor penting dalam perundingan Oslo terpaksa mengundurkan diri dari posisinya sebagai Duta Besar Norwegia untuk Yordania dan Irak. Penyebabnya? Izin keamanannya dicabut. Perkembangan ini makin memperbesar sorotan pada rekam jejak pasangan diplomat ini.

Menurut informasi dari Anadolu Agency, Rod-Larsen diduga memanfaatkan jabatannya sebagai presiden International Peace Institute di New York. Tujuannya: membantu memperbaiki citra rekan Epstein di mata publik.

Lebih runyam lagi, dokumen menunjukkan ia pernah mengirim surat rekomendasi resmi ke otoritas AS. Surat itu untuk membantu perempuan muda asal Rusia dapat visa, dengan klaim punya kemampuan riset luar biasa. Padahal, sebagian dari mereka disebut-sebut tak punya latar belakang akademik yang mumpuni.

Salah satu korban bercerita pada media Norwegia. Ia yakin Epstein sengaja mengirimnya ke lembaga Rod-Larsen sebagai bagian dari skema manipulasi. Cerita soal uang juga muncul. Epstein disebut meminjamkan 130.000 dolar AS kepada Rod-Larsen di 2013. Tak cuma itu, dalam surat wasiatnya, Epstein konon menyisihkan warisan 5 juta dolar AS untuk masing-masing dari dua anak Rod-Larsen.

Skandal ini bagai membuka luka lama. Debat tentang Perjanjian Oslo dan masa depan solusi dua negara kembali memanas.

Mustafa Barghouti, Sekretaris Jenderal Inisiatif Nasional Palestina, mengaku tidak terkejut.

“Bagi kami, Oslo selalu adalah sebuah jebakan,” katanya kepada Al Jazeera, dengan nada getir.

Di sisi lain, media Norwegia melaporkan keanehan lain: sejumlah dokumen krusial dari periode Januari hingga September 1993 hilang dari arsip Kementerian Luar Negeri negeri itu. Hilang begitu saja.

Menanggapi semua ini, otoritas Norwegia tak tinggal diam. Unit kejahatan ekonomi Okokrim telah membuka penyelidikan. Mereka akan menelusuri setiap dugaan pelanggaran dan tentu saja, dampak memalukan semua ini terhadap reputasi proses perdamaian yang dulu mereka bangun dengan susah payah.

(Keysa Qanita)

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar