Namun begitu, Sarmuji tak melupakan hal mendasar. Ia menekankan pentingnya membangun karakter di akademi tersebut. Bukan sekadar soal menang, tapi tentang mentalitas.
“Kami ingin seluruh kader memiliki karakter yang kalau jadi pejabat publik semata-mata untuk memakmurkan rakyat Indonesia,” katanya tegas.
Lalu, bagaimana dengan Bahlil sendiri? Terkait kabar bahwa ia akan maju sebagai caleg dari daerah pemilihan Papua, pria itu bersikap blak-blakan. Tujuannya politis sekaligus personal: memperkuat perolehan kursi partai di parlemen.
“Saya nyaleg dari Papua karena di sana kampung saya,” tegasnya tanpa banyak basa-basi.
Acara pengukuhan itu juga mengantarkan Hajriyanto Thohari ke posisi baru sebagai Direktur Eksekutif Akademi. Tampak jelas rasa harunya.
“Ini kepercayaan yang sangat besar bagi saya dan saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya khususnya Ketum DPP Partai Golkar,” ujar Hajriyanto.
Artikel Terkait
Kuwait Tuduh Iran Serang Kapal Tanker Minyaknya di Dekat Dubai
Empat Tersangka Penganiayaan Aktivis KontraS Ditahan di Sel Maksimum Pomdam Jaya
Bareskrim Ungkap Perdagangan Emas Ilegal Senilai Rp 25,9 Triliun dari Kalbar hingga Papua
PATRIA Undang Dirjen Bimas Katolik dan Presiden untuk Pelantikan dan Refleksi Nasional