Dari sisi kapasitas, model ini dibekali jendela konteks sebesar 128.000 token untuk versi teks. Tapi jangan salah sangka. Berbeda dengan pendahulunya yang bisa menangani proyek berat dan jangka panjang, si "Spark" ini lebih spesifik. Kerjanya terarah. Misalnya, dia tidak otomatis menjalankan pengujian kode. Justru di situlah keunggulannya menurut mereka.
Dengan pendekatan ini, pengguna punya kendali penuh. Anda bisa menghentikan atau memperbaiki langsung hasil kerja AI di tengah-tengah proses kolaborasi. Jadi lebih interaktif, bukan sekadar perintah lalu tunggu.
Lalu, bagaimana cara mencobanya? Saat ini, GPT-5.3-Codex-Spark sudah tersedia dalam tahap "research preview", khusus untuk para pengguna ChatGPT Pro. Aksesnya bisa melalui aplikasi Codex tersendiri, antarmuka baris perintah (CLI), atau lewat ekstensi di VS Code. Cukup fleksibel.
Meski mengandalkan chip Cerebras untuk kecepatan respons yang luar biasa itu, OpenAI tetap memberikan catatan penting. Mereka menegaskan bahwa GPU konvensional masih menjadi tulang punggung utama. Untuk proses pelatihan model dan beban kerja inferensi skala besar, ketergantungan pada GPU tetap tidak tergantikan setidaknya untuk saat ini.
Artikel Terkait
Tim Hukum Klaim Identifikasi 16 Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
Indodax Raih Dua Penghargaan Platform Kripto Terpercaya 2026
PBB Kecam RUU Hukuman Mati Israel, Sebut Kejam dan Diskriminatif
Gejolak Iran Ancam Rantai Pasok Industri, Harga BBM Dijamin Tak Naik