Sepanjang 2025, pasar modal Indonesia benar-benar hidup. Geliatnya terasa, terutama dari sisi penggalangan dana yang berlangsung masif lewat beragam instrumen. Hingga tanggal 24 Desember kemarin, tercatat sudah 26 perusahaan yang melantai perdana atau IPO. Yang menarik, dana yang berhasil mereka kumpulkan mencapai angka fantastis: Rp18,11 triliun.
Dan tampaknya, tren panas ini belum akan mereda dalam waktu dekat. Pasalnya, masih ada antrean panjang di depan. Menurut catatan BEI, setidaknya masih ada 9 perusahaan lagi yang mengantre di pipeline untuk melakukan pencatatan saham. Kalau dilihat dari ukuran asetnya, mayoritas tepatnya 6 perusahaan termasuk dalam kategori aset besar dengan nilai di atas Rp250 miliar. Sementara itu, sisanya adalah 2 perusahaan aset kecil dan 1 perusahaan dengan aset menengah.
Dari sisi sektor, siapa yang paling dominan? Ternyata, sektor finansial masih memimpin dengan porsi 33,3 persen dari total pipeline. Posisi kedua diisi oleh sektor basic materials yang menyumbang 22,2 persen.
Namun begitu, panggung pasar modal tahun ini bukan cuma milik saham. Surat utang atau obligasi juga menunjukkan performa yang luar biasa. Angkanya sungguh signifikan: total dana yang dihimpun dari instrumen ini mencapai Rp215,6 triliun! Dana sebesar itu berasal dari 181 kali emisi yang diterbitkan oleh 78 penerbit EBUS.
Artikel Terkait
Wall Street Anjlok, Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal Trump Tekan Pasar
MORA Siapkan Buyback Rp1,02 Triliun Jelang Merger dengan EMR
Obligasi dan Sukuk RATU Tembus Oversubscription 6,8 Kali Lipat
ENVY Rencanakan Akuisisi 99% Saham Delapan Media Komunikasi