Namun begitu, pencapaian itu harus dijaga. Yusharto pun mengimbau Pemprov Jatim untuk segera melakukan perlindungan hak cipta. Tujuannya jelas: agar inovasi yang ada bisa berkelanjutan, lebih berkualitas, dan matang dengan skala yang lebih luas.
Di sisi lain, ia juga mengajak seluruh pemda di Indonesia untuk lebih aktif. Platform berbagi inovasi dari Kemendagri, katanya, harus dimanfaatkan maksimal. Platform itu bisa jadi sarana belajar dan saling inspirasi antar-daerah.
"Tidak hanya terkait urusan pendidikan," terangnya.
"Seluruh inovasi yang telah dilaporkan dapat dipelajari oleh daerah melalui aplikasi tuxedovation yang dapat diakses secara umum sebagai sumber inspirasi dan ide kreatif yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan."
Pidatonya menutup dengan penekanan pada pendidikan. Baginya, sektor ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak SDM unggul dan berdaya saing. Semua itu demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Prestasi yang telah diraih oleh Jawa Timur harus terus dijaga," tegas Yusharto.
"Pendidikan adalah kunci utama investasi masa depan. Jika urusan pendidikan dikelola dengan inovatif maka SDM Jawa Timur tidak hanya unggul di tingkat lokal tapi kompetitif di tingkat global."
Artikel Terkait
Sidang Korupsi Proyek Satelit Kemenhan 2012-2021 Dimulai, Satu Terdakwa Buron
Kejagung Sita Uang Tunai Rp1 Miliar dari Kantor Perusahaan Tambang AKT
Dua Tersangka Penggelapan Dana Gereja Rp 28 Miliar Diamankan di Bandara Kualanamu
Timnas Indonesia Takluk di Final FIFA Series, Herdman: Ini Baru Pondasi