“Jadi, saya jujur aja karena untuk itu, saya Caleg. Eh wartawan kamu jangan tanya-tanya saya mau apa lagi ya. Caleg, ya. Jangan kamu bikin seperti Ketum Partai lain mau jadi ini jadi ini. Enggak. Saya Caleg. Saya Caleg Dapil Papua,” tegas Bahlil.
Alasan pemilihan dapil Papua pun dijelaskannya dengan gamblang, menunjukkan analisis strategis terhadap peta kekuatan partainya. “Kenapa saya Caleg Dapil Papua? Karena Dapil itu tidak ada kursi. Enggak ada kursi kita,” ungkapnya.
Gerakan Kolektif dan Seruan untuk Bekerja Nyata
Lebih dari sekadar pernyataan pribadi, Bahlil menggunakan momen ini untuk menggalang semangat kerja seluruh jajaran partai. Ia menekankan pentingnya kerja lapangan yang konkret, berbeda dengan sekadar wacana. Bahkan, ia menyatakan rencana untuk mendorong seluruh kader Golkar yang duduk di kabinet, sepanjang aturan memungkinkan, untuk ikut serta menjadi caleg.
“Kalau petarung ya turun bermain di lapangan. Jangan petarung cuma tulis, omon-omon. Ah itu di Golkar enggak butuh terlalu banyak omon-omon karena semua ahli omon-omon. Semua ahli. Dan besok saya akan wajibkan, semua kader Partai Golkar yang ada di Kabinet, kalau aturan memungkinkan dan Insyaallah memungkinkan, itu kita semua turun ikut Caleg. Membesarkan partai ini. Loh harus kerja dong,” tutupnya dengan semangat yang menggebu.
Pernyataan Ketum Golkar ini bukan hanya sekadar pengumuman kandidatur, tetapi juga sinyal kuat tentang strategi partai yang ingin kembali menguatkan basisnya dengan pendekatan langsung dan kerja keras para kadernya di seluruh lini, termasuk di wilayah-wilayah yang selama ini belum menjadi basis kuat.
Artikel Terkait
Diplomat PBB Mundur, Klaim Badan Dunia Siapkan Skenario Nuklir untuk Iran
Verifikasi Data 11 Juta Penerima Bantuan JKN Capai 98 Persen
Monas Perpanjang Jam Operasional hingga Pukul 22.00 di Akhir Pekan
Kemiskinan dan Pengangguran di Jabar Turun pada 2025, Capaian Pembangunan Meningkat