"Kampus tetap dalam keadaan lockdown," imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak universitas enggan berkomentar soal ada tidaknya penangkapan terkait kasus ini. Yang jelas, aparat kepolisian setempat sudah dikerahkan. Mereka membantu berpatroli di dalam dan di sekeliling kampus untuk memastikan keamanan.
Dampaknya langsung terasa. Semua jadwal perkuliahan untuk hari Jumat terpaksa dibatalkan. Aktivitas akademik lumpuh total.
Sayangnya, peristiwa pilu ini bukan yang pertama. Ini hanya satu lagi dari rentetan panjang aksi penembakan di institusi pendidikan Amerika. Upaya untuk mengatur senjata api masih saja mentok, terperangkap dalam kebuntuan politik yang seolah tak berujung.
Artikel Terkait
Lelang KPK Raup Rp 10,9 Miliar, Dua HP Bekas Laku Rp 59 Juta Tak Ditebus
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon, DPR Desak Langkah Diplomatik
Mantan Guru Depok Diamankan Usai Sebar Brosur Penawaran Jasa Seks di Pamulang
BMKG Peringatkan Hujan Ringan hingga Petir Melanda Sejumlah Wilayah Hari Ini