Produktivitas kopi di Indonesia masih kerap terganjal berbagai masalah. Hasilnya, mutu kerap tak standar dan jumlahnya pun tak maksimal. Menyikapi hal ini, Louis Dreyfus Company (LDC) punya inisiatif untuk membantu petani naik kelas.
Caranya? Lewat pendekatan pertanian regeneratif yang mereka kemas dalam program bertajuk Stronger Coffee Initiative (SCI). Yang menarik, program ini nggak cuma fokus pada peningkatan produksi semata. Tapi juga punya tujuan lebih luas: memulihkan lanskap perkebunan kopi agar jadi lebih berkelanjutan.
Kolaborasi LDC dengan petani lokal sebenarnya sudah berjalan cukup lama, sejak 2015 silam. Intinya, mereka memperkenalkan serangkaian praktik pertanian regeneratif. Tujuannya jelas: memperkuat ketahanan lahan, memulihkan kesehatan tanah, dan tentu saja mendongkrak produktivitas untuk jangka panjang.
Nah, praktiknya di lapangan mencakup banyak hal. Mulai dari agroforestri, ada juga Sekolah Lapang Petani yang mengedepankan inklusi gender. Lalu, layanan teknisnya dipimpin langsung oleh anak-anak muda melalui tim FAST (Farmer Assistance and Support Team). Mereka inilah yang turun tangan, membantu para petani menerapkan ilmu dari pelatihan langsung di kebun masing-masing.
Chintara Diva Tanzil, Country Program Manager SCI LDC Indonesia, memaparkan lebih detail tentang program ini.
“Stronger Coffee Initiative berfokus pada tiga pilar, yakni peningkatan kesejahteraan petani, produksi kopi rendah karbon, serta penerapan pertanian regeneratif untuk memperbaiki kualitas tanah,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Hingga akhir 2025 nanti, targetnya program ini sudah menjangkau lebih dari 20.000 petani. Jangkauannya tersebar di beberapa sentra kopi seperti Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Aceh. Metodenya kombinasi: pelatihan agronomi, pendampingan langsung di kebun, dan tentu saja membangun kemitraan yang solid.
Diva menambahkan,
“Hingga akhir tahun 2025, program Stronger Coffee Initiative ini telah menjangkau lebih dari 20.000 petani kopi di Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Aceh melalui kombinasi pelatihan agronomi, layanan pendampingan di tingkat kebun, serta kemitraan.”
Untuk mewujudkan pilar pertanian regeneratif, LDC Indonesia menggandeng Pandawa Asri Indonesia. Kerja sama ini bertujuan mengurangi jejak karbon dari pupuk kimia sintetik yang selama ini digunakan petani.
Di sisi lain, ancaman perubahan iklim nyata adanya. Untuk melindungi petani dari risiko ini, LDC juga berkolaborasi dengan Blue Marble dalam program asuransi iklim parametrik. Dengan adanya program ini, setidaknya para petani bisa lebih tenang menghadapi cuaca ekstrem.
Solihin, seorang petani kopi asal Lampung Utara, merasakan sendiri manfaatnya. Ia bercerita bahwa curah hujan di daerahnya terbilang tinggi dan sangat mempengaruhi hasil panen.
“Jadi berdampak sekali bagi petani kopi. Yang kami rasakan sekarang itu buah kopi kami rontok. Alhamdulillah kami telah menerima klaim asuransi, ini sangat membantu kerugian modal kami sebagai petani kopi,” tutur Solihin.
Jadi, lewat pendekatan yang menyeluruh dari kesehatan tanah hingga proteksi asuransi inisiatif ini berupaya menjaga masa depan perkebunan kopi Indonesia. Bukan cuma untuk petani hari ini, tapi juga untuk generasi yang akan datang.
Artikel Terkait
Trump Kritik Keras Presiden Israel Herzog soal Penolakan Grasi untuk Netanyahu
Brimob dan Polres Metro Jaktim Gagalkan Balap Liar dan Bubarkan Pesta Miras di Patroli Dini Hari
Populasi Ikan Dewa di Kuningan Kritis, Pakar IPB Soroti Kualitas Air dan Parasit
Warga Amankan Perempuan Diduga Bakar Toko Emas dan Kaburkan Perhiasan Rp 2 Miliar di Makassar