Kabareskrim Perketat Pengawasan Pangan Jelang Ramadan 2026

- Jumat, 13 Februari 2026 | 10:45 WIB
Kabareskrim Perketat Pengawasan Pangan Jelang Ramadan 2026

Hasil Pemantauan Masif di Ribuan Titik

Intensitas pengawasan yang meningkat nyata terlihat dari cakupan operasi Satgas. Pada periode 5-11 Februari 2026, tim gabungan telah menyisir 9.138 titik di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Peningkatan aktivitas ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Kabareskrim.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas RI, I Gusti Ketut Astawa, selaku Ketua Pelaksana Satgas, mengungkapkan bahwa pengawasan yang masif ini membuahkan hasil. Sejumlah komoditas strategis mulai menunjukkan tren penurunan harga meski Ramadan masih beberapa pekan lagi.

"Sejumlah komoditas seperti telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi segar, cabai rawit dan cabai merah keriting, Minyakita, serta beras medium dan premium mulai menunjukkan tren penurunan harga. Meski di beberapa provinsi masih berada di atas HET dan HAP, namun secara umum cenderung menurun," papar Ketut Astawa.

Dari ribuan titik yang dipantau, mayoritas atau 5.939 titik merupakan pedagang eceran dan pengecer. Sisanya tersebar di ritel modern, grosir, distributor, produsen, dan agen. Pola pengawasan ini menunjukkan fokus pada ujung tombak penjualan yang langsung berhadapan dengan konsumen.

Tindakan Tegas dan Wilayah yang Masih Jadi Perhatian

Satgas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga mengambil tindakan korektif. Dalam periode yang sama, diterbitkan 128 surat teguran, dilakukan 400 kali pengisian stok kosong, serta pengambilan 33 sampel pangan untuk uji laboratorium. Langkah yang lebih tegas juga diambil dengan merekomendasikan pencabutan satu izin usaha dan dua izin edar.

"Langkah tegas ini menjadi peringatan agar pelaku usaha patuh terhadap regulasi harga dan standar keamanan pangan," ungkap Ketut Astawa menegaskan.

Meski ada perbaikan, sejumlah komoditas di wilayah tertentu masih memerlukan perhatian serius. Komoditas seperti beras premium di Zona III, bawang merah dan putih di Indonesia Timur, serta daging sapi segar masih tercatat di atas HET atau Harga Acuan Pembelian (HAP). Kondisi ini memerlukan koordinasi dan intervensi khusus dari berbagai pihak terkait.

Menghadapi tantangan tersebut, Satgas berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan memperluas sosialisasi saluran pengaduan. Kolaborasi antara pengawasan berlapis oleh aparat dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan menjadi kunci menjaga stabilitas pangan nasional dalam menyambut hari-hari besar keagamaan tahun depan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar