Tak cuma panas, pola hujan pun bakal berubah drastis. Wilayah utara diprediksi jadi lebih basah, sementara bagian selatan justru mengering. Yang paling mengerikan, hujan lebat yang dulu hanya terjadi sekali dalam seabad, diprediksi akan datang jauh lebih cepat.
jelas Ardhasena.
Ancaman lain datang dari ujung timur negeri. Tutupan es di Puncak Jaya, Papua, terus menyusut dengan laju yang memilukan. Sejak 1988, luasnya sudah berkurang sekitar 98 persen. Es terakhir itu diperkirakan akan lenyap sepenuhnya paling lambat awal 2027. Di saat bersamaan, permukaan laut kita naik sekitar 4,36 milimeter per tahun, mengancam kawasan pesisir dengan banjir rob dan abrasi yang makin parah.
Menghadapi semua ini, BMKG tak henti-hentinya mengajak semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat biasa, untuk bersiap. Kesiapsiagaan dan upaya adaptasi harus ditingkatkan. Langkah kolektif bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mutlak jika kita ingin menjaga keberlanjutan ekonomi dan lingkungan di tengah laju pemanasan global yang tak terbendung ini.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Takluk di Final FIFA Series, Herdman: Ini Baru Pondasi
Wanita Pengendara Motor Tewas dalam Tabrakan dengan Pikap di Jalan Raya Iwul Bogor
Komisi III DPR Gelar Rapat Lanjutan, Desak Polisi Ungkap Kasus Penyekan Andrie Yunus
Bupati Lebak Sentil Status Mantan Napi Wakilnya di Acara Halalbihalal