kata Anggawira.
Pendapat senada datang dari Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Saiffudin. Ia meyakini, kolaborasi untuk penguatan ekspor akan jadi lebih solid dengan adanya wadah khusus ini. Sinergi antara Hipmi dan Kadin, khususnya dalam hal jejaring pasar dan pendampingan, diprediksi akan menguat.
Lalu, apa sebenarnya peran dari Banom Export Center BPP Hipmi ini? Intinya, badan otonom ini akan fokus pada akselerasi ekspor. Caranya dengan memperkuat kapasitas pelaku usaha, membuka jaringan pasar luar negeri, dan tentu saja, kolaborasi dengan banyak pihak.
Dipimpin oleh Iffan Izzulhaq, Agung Kurniawan, dan Muhammad Mario, Export Center ingin menjadi mesin pendorong bagi pengusaha muda. Agenda mereka pun berorientasi pada eksekusi lapangan mulai dari pendampingan kesiapan ekspor, pengurusan standar mutu, hingga mempertemukan pengusaha dengan buyer dari mancanegara.
Yang tak kalah penting, kerja sama lintas sektor akan diperkuat. Mereka akan merangkul pemangku kepentingan di bidang pembiayaan dan logistik. Harapannya, proses ekspor bisa lebih efisien dan setiap program yang dijalankan memberikan hasil yang nyata dan terukur.
Inisiatif ini, jika berjalan baik, bukan cuma sekadar wacana. Bisa jadi ini adalah langkah konkret untuk membuat produk Indonesia makin bersinar di kancah global.
Artikel Terkait
PBB Kecam RUU Hukuman Mati Israel, Sebut Kejam dan Diskriminatif
Gejolak Iran Ancam Rantai Pasok Industri, Harga BBM Dijamin Tak Naik
Iran Ancam Serang Microsoft hingga Boeing, Balas Dendam atas Tewasnya Pejabat Tinggi
Haedar Nashir Kutuk Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI, Salah Satunya Kader Muhammadiyah