Menurut Rerie, upaya membangun ekosistem bahasa isyarat itu sendiri adalah langkah strategis. Ia bisa menjadi kunci pembuka akses komunikasi yang setara. Namun begitu, jalan menuju inklusivitas penuh masih panjang.
“Kondisi saat ini masih diperparah oleh kesadaran publik yang rendah,” ujar politisi NasDem itu. Belum lagi soal keterbatasan akses komunikasi, ditambah fasilitas fisik dan digital yang belum sepenuhnya ramah.
Ia berharap kerja sama pemerintah ini tak berhenti di atas kertas. Harapannya, ekosistem bahasa isyarat yang dibangun nanti benar-benar bisa mempermudah interaksi penyandang disabilitas dengan masyarakat luas. Itu modal dasar.
Pada akhirnya, Rerie mendorong semua pihak, dari pusat hingga daerah, untuk bersinergi. Tujuannya jelas: membangun kemudahan akses bagi setiap anak bangsa. Partisipasi aktif mereka dalam pembangunan adalah syarat mutlak jika kita ingin mewujudkan cita-cita masyarakat adil dan makmur yang benar-benar merata.
Artikel Terkait
Biaya Operasional Pelayaran Global Membengkak Rp5,6 Triliun per Hari Akibat Ketegangan Selat Hormuz
Paus Leo XIV Tegaskan Tuhan Menolak Doa Para Pencetus Perang
Menteri PU Perintahkan Percepatan Saluran Tersier untuk Optimalkan Jaringan Irigasi Air Tanah di Boyolali
Korlantas: Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran Turun 30 Persen