MURIANETWORK.COM - Pemerintah Indonesia menegaskan pengembangan industri halal sebagai strategi nasional untuk memenangkan persaingan dagang global. Pernyataan ini disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Metro TV Sharia Economic Forum di Jakarta, Kamis (12/2/2026). Forum yang mengusung tema "Mendorong Pengembangan Industri Halal" ini menyoroti langkah-langkah percepatan yang diambil agar Indonesia tak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pusat produksi dan distribusi produk halal dunia.
Produk Halal: Dari Niche Menjadi Arus Utama Global
Dalam paparannya, Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita menggarisbawahi pergeseran signifikan dalam pasar global. Produk halal, yang dulu sering dianggap sebagai segmen khusus, kini telah bertransformasi menjadi komoditas dengan daya tarik luas. Pertumbuhannya didorong oleh tren gaya hidup sehat dan meningkatnya kesadaran konsumen, tidak hanya di negara-negara dengan mayoritas muslim, tetapi juga di berbagai belahan dunia lainnya.
“Produk halal kini telah menjadi komoditas global dengan pertumbuhan signifikan,” ujarnya.
Menurutnya, tren gaya hidup sehat dan meningkatnya kesadaran halal di berbagai negara mendorong perluasan pasar ekspor.
Merespons peluang ini, pemerintah tidak tinggal diam. Kementerian Perindustrian telah membentuk Pusat Pengembangan Industri Halal sejak 2021 sebagai wadah koordinasi dan inovasi. Langkah strategis lainnya adalah penyusunan peta jalan industri halal untuk periode 2025–2029, yang memfokuskan penguatan pada lima subsektor manufaktur andalan: makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, kulit dan alas kaki, kimia dan farmasi, serta perlengkapan rumah tangga.
Artikel Terkait
Tim Troya Siapkan Gugatan PMH ke Jokowi untuk Transparansi Ijazah
American University of Beirut Kosongkan Kampus, Beralih ke Daring Imbas Ancaman Iran
Harga BBM Nonsubsidi Naik-Turun, Subsidi Pertalite dan Solar Tetap Stabil
Konflik AS-Israel-Iran Genap Sebulan, Korban Jiwa Ribuan dan Harga Minyak Melambung