Sebagai contoh nyata, Purbaya menyoroti industri busana muslim yang masih banyak diisi oleh produk impor. Padahal, dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, pangsa pasar domestik seharusnya dapat dikuasai oleh produk dalam negeri. Situasi ini, menurutnya, mencerminkan salah satu celah yang perlu segera ditutup.
"Saya melindungi pasar domestik kita supaya produk-produk kita, produk-produk syariah buatan dalam negeri bisa berkibar di sini," ujarnya dengan penuh keyakinan.
Tantangan Kapasitas dan Sinergi Ke Depan
Di balik optimisme tersebut, Menteri Keuangan juga mengakui adanya tantangan mendasar. Kapasitas produksi dan keahlian dalam mengembangkan bisnis berbasis syariah dinilai masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Untuk itu, sinergi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama.
Purbaya meyakini, dengan kolaborasi yang solid, bukan hanya pasar dalam negeri yang dapat dikuasai, tetapi juga peluang ekspor ke pasar global dapat direbut secara bertahap. "Kalau dioptimalkan, pasar dalam negeri dikuasai produsen dalam negeri kita juga menguasai pasar internasional secara bertahap," pungkasnya.
Artikel Terkait
Tim Troya Siapkan Gugatan PMH ke Jokowi untuk Transparansi Ijazah
American University of Beirut Kosongkan Kampus, Beralih ke Daring Imbas Ancaman Iran
Harga BBM Nonsubsidi Naik-Turun, Subsidi Pertalite dan Solar Tetap Stabil
Konflik AS-Israel-Iran Genap Sebulan, Korban Jiwa Ribuan dan Harga Minyak Melambung