Pertimbangan di Balik Tindakan
Meski merasa tidak nyaman, AR mengaku tidak serta-merta menghentikan perjalanan dan meminta penumpang turun. Ia mempertimbangkan konsekuensi prosedural yang bisa mempengaruhi akun dan pendapatannya sebagai mitra pengemudi. Menurut penjelasannya, proses melaporkan insiden semacam itu ke pihak aplikasi memerlukan waktu dan biaya komunikasi yang tidak sebentar, dengan risiko orderan dibatalkan sistem.
"Kalau saya turunin, yang pertama prosesnya bakalan panjang, prosesnya panjang, itu saya harus telepon customer service (menyebut aplikator) dan itu memerlukan pulsa. Yang kedua, memerlukan waktu yang lama, bisa-bisa orderan saya itu bisa di-cancel sama dari pihak (aplikator)," imbuh dia.
Maksud Pengunggahan Video
Alasan utama ia mengunggah rekaman kejadian itu, tutur AR, adalah untuk tujuan edukasi. Ia berharap insiden ini bisa menjadi pengingat bagi para pengguna jasa transportasi online untuk menjaga etika dan sikap sopan selama dalam perjalanan, menghormati kenyamanan dan ruang privasi pengemudi.
"Iya betul (ingin edukasi penumpang)," pungkasnya.
Artikel Terkait
KI DKI Tegaskan Zona Informatif adalah Kewajiban, Bukan Beban Administratif
Mensos Desak OKU Timur Realisasikan Sekolah Rakyat, Siapkan Lahan 9,6 Hektare
Pemerintah Batasi Alih Fungsi Lahan Sawah Maksimal 11% untuk Jaga Ketahanan Pangan
Gudang Kayu di Sidoarjo Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting