Pemkot Semarang Siapkan Opsi Relokasi Warga Terdampak Tanah Bergerak di Jangli

- Kamis, 12 Februari 2026 | 14:35 WIB
Pemkot Semarang Siapkan Opsi Relokasi Warga Terdampak Tanah Bergerak di Jangli

Di lokasi kejadian, suasana tampak sigap meski diwarnai kehati-hatian. Warga bersama perangkat RT melakukan gotong royong membongkar dua unit rumah yang kondisinya paling mengkhawatirkan untuk menyelamatkan material bangunan. Menurut Ketua RT 7 RW 1, Joko Sudaryono, total rumah terdampak mencapai 15 unit, dengan satu unit lainnya sudah roboh lebih dulu dan satu unit lagi harus dikosongkan akibat pergeseran tanah yang signifikan.

"Total ada 15 rumah terdampak. Hari ini yang dibongkar dua rumah yang kondisinya paling parah, milik Bapak Slamet Riyadi dan Bapak Budi Darminto. Sebelumnya ada satu rumah yang roboh sendiri, milik Bapak Supriadi," papar Joko.

Ia menambahkan, "Kalau yang rumahnya berisiko tinggi, kami imbau untuk waspada. Saat ini BPBD juga telah mendirikan tenda pengungsian yang diperuntukkan bagi warga terdampak."

Perkembangan Retakan dan Harapan Warga

Pergerakan tanah di Jalan Jangli dilaporkan belum sepenuhnya stabil. Retakan yang terbentuk terus melebar, dan dalam kurun waktu semalam saja pergerakan tanah mencapai sekitar 2 meter. Saat ini, lebar retakan diperkirakan telah mencapai 5 meter, sehingga akses jalan sama sekali tidak dapat dilalui kendaraan.

Meski mengharapkan relokasi, warga setempat berkeinginan untuk tetap menetap di wilayah yang sama. Mereka menilai masih ada lahan di sekitar RT 7 RW 1 yang memungkinkan untuk dibangun permukiman baru, meski dengan luas terbatas. Hal ini menunjukkan keterikatan warga pada lingkungan tempat tinggal mereka, sekaligus menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemerintah dalam merancang solusi yang tepat guna.

"Warga berharap adanya relokasi ke lokasi yang lebih aman, tapi masih berada di sekitar tanah yang sama. Radius terdampak kurang lebih 70 meter. Tapi masih di wilayah RT 7 RW 1," tutup Joko Sudaryono.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar