Eva Chairunisa lebih lanjut menguraikan bahwa pekerjaan ini bersifat kompleks dan memerlukan waktu perawatan (work window) yang cukup panjang, yaitu selama sembilan jam setiap malam, dari pukul 21.30 WIB hingga 06.30 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, pasokan listrik di sepanjang trase Jakarta-Bandung akan dimatikan total. Tindakan ini merupakan protokol standar keselamatan yang wajib diterapkan untuk melindungi para pekerja dan memastikan tidak ada gangguan listrik yang membahayakan.
Dampak langsungnya, jadwal keberangkatan harian Whoosh pun mengalami perubahan. Perjalanan pertama dari Stasiun Halim akan dimulai pukul 07.25 WIB, sementara dari Stasiun Tegalluar Summarecon dimulai sepuluh menit kemudian, pukul 07.35 WIB. Operasional kereta pada malam hari akan berakhir lebih awal, dengan trip terakhir berangkat dari Halim pukul 20.00 WIB dan dari Tegalluar pukul 20.05 WIB.
Pesan Tiket dan Imbauan kepada Penumpang
Meski jadwal berubah, KCIC memastikan bahwa sistem penjualan tiket telah menyesuaikan dengan skema baru ini. Tiket dengan jadwal terbaru sudah dapat diakses dan dipesan melalui berbagai kanal resmi, mulai dari aplikasi Whoosh, situs ticket.kcic.co.id, hingga mitra penjualan seperti Access by KAI dan aplikasi perbankan mitra. Pihak operator secara khusus mengimbau calon penumpang untuk lebih cermat memeriksa jadwal keberangkatan sebelum melakukan pembelian tiket, guna menghindari kesalahan.
Manajemen KCIC menegaskan bahwa kondisi ini bersifat sementara. "Jadwal perjalanan akan kembali normal setelah seluruh proses pemindahan kabel SUTT selesai dilakukan," tutur Eva. KCIC juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat penyesuaian operasional ini, seraya memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil semata-mata berlandaskan prinsip kehati-hatian dan keselamatan yang menjadi prioritas utama.
Artikel Terkait
Mendagri Terbitkan SE, ASN Daerah Boleh WFH Setiap Jumat Mulai 2026
Menaker Usulkan Industri Kreatif Jadi Laboratorium Magang Nasional
Bupati Banyuwangi Paparkan Capaian 2025: IPM Naik, Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh 5,65%
Menteri Fadli Zon Dukung Rencana Festival Budaya Internasional pada 2026