"Ada peristiwa kehilangan kemudian over reaktif, saat pemeriksaan beliau menyadari dan memohon maaf tidak mengulangi lagi," kata Arief.
Dia menambahkan bahwa terdapat indikasi FT sedang menghadapi masalah pribadi dan kondisinya tidak dalam keadaan sehat, yang diduga menjadi pemicu tindakan ekstrem terhadap para siswa.
Dampak Trauma pada Siswa
Insiden yang bermula dari unggahan video protes wali murid di media sosial ini ternyata meninggalkan dampak yang mendalam. Tindakan guru wali kelas 5 tersebut tidak hanya melibatkan enam korban langsung, tetapi juga menciptakan ketakutan yang lebih luas di lingkungan sekolah.
Akibatnya, sebanyak 22 murid di kelas tersebut dilaporkan mengalami trauma. Dampak nyata terlihat dari beberapa siswa yang bahkan enggan untuk kembali masuk sekolah, menunjukkan betapa seriusnya luka psikologis yang ditimbulkan oleh peristiwa ini.
Artikel Terkait
Mantan Danjen Kopassus Gugat Polda Metro Jaya Soal Penanganan Kasus Ijazah Jokowi
BAPERA Bantah Ketum Fahd El Fouz Terkait Dugaan Pengeroyokan
Rano Karno: Perputaran Ekonomi Jakarta Capai Rp48 Triliun di Akhir Tahun
Herdman Puas dengan Persiapan Timnas Indonesia Jelang Final FIFA Series 2026