Guru SD di Jember Ditarik Sementara Diduga Lakukan Kekerasan pada Enam Murid

- Kamis, 12 Februari 2026 | 10:15 WIB
Guru SD di Jember Ditarik Sementara Diduga Lakukan Kekerasan pada Enam Murid

MURIANETWORK.COM - Seorang guru di SDN Jelbuk 02, Jember, Jawa Timur, ditarik sementara dari tugas mengajar setelah diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap enam muridnya. Insiden yang dipicu oleh dugaan kehilangan uang sebesar Rp75 ribu tersebut telah viral di media sosial dan memicu aksi protes dari para wali murid. Pihak Dinas Pendidikan setempat telah melakukan pemeriksaan dan menyatakan guru yang berinisial FT tersebut telah meminta maaf serta berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Langkah Penanganan Awal oleh Dinas Pendidikan

Merespons gejolak yang terjadi, Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono, mengonfirmasi bahwa guru tersebut telah ditarik dari ruang kelas untuk meredakan ketegangan. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus memberikan ruang bagi penyelesaian kasus tanpa tekanan.

"Sementara guru ini, sesuai permintaan wali murid kita tarik dulu agar suasana betul-betul reda tidak ada konflik, dalam waktu dekat agar tidak ada hal-hal yang tidak ada kita inginkan," jelas Arief Tjahjono pada Kamis, 12 Februari 2026.

Dugaan Pemicu dan Kondisi Pelaku

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa FT dinilai bereaksi secara berlebihan terhadap situasi yang dihadapinya. Arief Tjahjono memberikan konteks lebih lanjut mengenai kemungkinan kondisi psikologis sang guru saat kejadian.

"Ada peristiwa kehilangan kemudian over reaktif, saat pemeriksaan beliau menyadari dan memohon maaf tidak mengulangi lagi," kata Arief.

Dia menambahkan bahwa terdapat indikasi FT sedang menghadapi masalah pribadi dan kondisinya tidak dalam keadaan sehat, yang diduga menjadi pemicu tindakan ekstrem terhadap para siswa.

Dampak Trauma pada Siswa

Insiden yang bermula dari unggahan video protes wali murid di media sosial ini ternyata meninggalkan dampak yang mendalam. Tindakan guru wali kelas 5 tersebut tidak hanya melibatkan enam korban langsung, tetapi juga menciptakan ketakutan yang lebih luas di lingkungan sekolah.

Akibatnya, sebanyak 22 murid di kelas tersebut dilaporkan mengalami trauma. Dampak nyata terlihat dari beberapa siswa yang bahkan enggan untuk kembali masuk sekolah, menunjukkan betapa seriusnya luka psikologis yang ditimbulkan oleh peristiwa ini.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar