“Karena itu, untuk kapan dipastikan berangkat dan detail komposisi pasukan, belum dapat kami sampaikan saat ini,” tutur Rico. “Jika sudah ada keputusan dan jadwal resmi, akan diumumkan melalui kanal yang berwenang.”
Pembahasan di Tingkat Istana
Konfirmasi serupa juga datang dari lingkungan Istana. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai rencana pengiriman sekitar 8.000 personel TNI tersebut memang masih berlangsung. Meski angka tersebut mengemuka, pembahasan mendalam tentang realisasinya belum dilakukan.
“Belum, sedang dibicarakan. Tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000 itu,” ungkap Prasetyo usai jumpa pers di Stasiun Gambir, Selasa (10/2).
Langkah Indonesia ini menunjukkan komitmen tradisionalnya dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia. Namun, seperti yang disampaikan juru bicara resmi, implementasinya sangat bergantung pada kepastian politik dan kerangka hukum internasional yang berlaku.
Artikel Terkait
Mantan Danjen Kopassus Gugat Polda Metro Jaya Soal Penanganan Kasus Ijazah Jokowi
BAPERA Bantah Ketum Fahd El Fouz Terkait Dugaan Pengeroyokan
Rano Karno: Perputaran Ekonomi Jakarta Capai Rp48 Triliun di Akhir Tahun
Herdman Puas dengan Persiapan Timnas Indonesia Jelang Final FIFA Series 2026