Jembatan Kewek Diambang Batas, Pemerintah Cari Solusi Antara Keamanan dan Pelestarian

- Selasa, 25 November 2025 | 20:48 WIB
Jembatan Kewek Diambang Batas, Pemerintah Cari Solusi Antara Keamanan dan Pelestarian
Kondisi Jembatan Kewek Yogyakarta

Jembatan Kewek di Yogyakarta belakangan ini ramai jadi perbincangan. Usianya yang sudah uzur membuat banyak orang khawatir. Kekuatannya dikabarkan menurun drastis, sehingga berpotensi membahayakan siapa saja yang melintas di atasnya, baik pengendara maupun pejalan kaki.

Namun begitu, statusnya sebagai cagar budaya ternyata tidak lantas menghalangi upaya perbaikan. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakhsmi Pratiwi, jembatan itu tetap bisa diperbaiki.

"Kalau itu menyangkut struktur yang menjadi kekuatan utama, ya, kalau harus diganti, ya, diganti karena kekuatan jadi bagian penting,"

kata Dian di Kepatihan Pemda DIY, Selasa (25/11).

Dia menegaskan, keselamatan manusia adalah prioritas utama. Meski prinsip kelestarian cagar budaya penting, tapi keselamatan tetap di atas segalanya. Perbaikan akan dilakukan melalui serangkaian studi teknis dan kelayakan untuk menentukan sejauh mana perubahan bisa dilakukan, tanpa menghilangkan nilai sejarah yang melekat padanya.

"Kan keselamatan manusia yang utama. Di mana pun meski itu prinsip kelestarian, keselamatan yang utama. Tetapi bagaimanapun juga kita upayakan nilai penting dari bangunan itu tetap ada meski pun bangunan itu memerlukan satu perubahan. Nah untuk itu ada studi teknis dan kelayakan sampai sejauh mana perubahan yang bisa dilaksanakan,"

katanya lagi.

Di sisi lain, Dian mengaku masih perlu mengecek status penetapan cagar budaya jembatan tersebut, karena wewenang penetapannya berada di masing-masing kabupaten dan kota.

"Saya masih perlu cek dengan status penetapan CB (cagar budaya) yang di kota, karena kan masuknya status penetapan di masing-masing kabupaten dan kota,"

ujarnya.

Sementara itu, Pemkot Yogyakarta disebutkan telah menyiapkan telaah dan kajian awal untuk menangani masalah Jembatan Kewek. "Ini yang masih kita diskusikan terus," pungkas Dian.

Kekuatan Hanya Tinggal Sepersekian

Kekhawatiran soal Jembatan Kewek atau yang juga dikenal sebagai Jembatan Kleringan ini sebelumnya diungkap langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Menurutnya, kondisi jembatan itu sudah sangat memprihatinkan.

"Itu sudah tua kekuatannya tinggal 10-20 persen saja,"

kata Hasto beberapa waktu lalu.

Fakta itu tentu saja membuat jembatan ini jadi cukup berbahaya, terutama jika dilintasi kendaraan berat. Rencananya, bus yang masuk kawasan Malioboro tidak akan lagi diizinkan melintas di jembatan tersebut.

"Saya ke depan tidak membolehkan bus masuk Malioboro lewat Jembatan Kleringan. Kalau ada bus atau truk lewat situ, rawan,"

tegasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar