Hingga saat ini, pelatihan intensif telah menghasilkan lebih dari 3.198 Penyelia Halal yang tersebar di seluruh Indonesia. Keberadaan mereka dianggap sebagai ujung tombak dalam menjaga konsistensi dan akuntabilitas di lapangan.
“Mereka adalah kepanjangan tangan kita. Jika ada hal yang tidak memenuhi standar di lapangan terkait bahan dan proses produksi, maka mereka bisa segera ambil tindakan. Dan kami akan melihat ini (melakukan pengawasan) secara berkelanjutan,” tegasnya.
Membangun Sistem yang Transparan dan Terpercaya
Dengan adanya Penyelia Halal di setiap titik produksi, prinsip transparansi, keterlacakan, dan kepercayaan dapat diterapkan secara menyeluruh. Sistem ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap porsi makanan yang sampai kepada anak-anak Indonesia benar-benar terjaga keamanan, kandungan gizinya, serta kehalalannya.
Babe Haikal menekankan bahwa rantai pasok MBG sangat panjang, sehingga sertifikasi halal menjadi pondasi kritis untuk menjaga mutu dari hulu ke hilir.
“Sejak awal kami berkoordinasi dan bekerja sama dengan BGN untuk memastikan setiap dapur MBG memenuhi ketentuan jaminan produk halal. Selain melaksanakan amanat Undang-Undang, upaya ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menempatkan aspek halal sebagai prioritas,” pungkasnya.
Upaya BPJPH ini tidak berhenti pada pemberian sertifikat. Pembinaan berkelanjutan terhadap pelaku usaha dan pengawasan teknis tetap menjadi prioritas, dengan tujuan agar implementasi jaminan halal berjalan konsisten dalam praktik operasional sehari-hari, demi melayani generasi bangsa dengan sebaik-baiknya.
Artikel Terkait
AS Siap Gelar Pertemuan dengan Iran Pekan Ini di Tengah Ketegangan
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Melintas di Tengah Blokade Selat Hormuz
Cedera Bahu Paksa Maverick Vinales Mundur dari MotoGP Amerika Serikat
Wisatawan Tewas Tersambar Petir Saat Mandi di Pantai Lumajang