Di tengah ramainya perbincangan soal rencana pembangunan gedung Majelis Ulama Indonesia, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang angkat bicara. Lokasinya yang tak biasa di lahan bekas Kedutaan Besar Inggris yang berstatus cagar budaya memang menyisakan sejumlah tanda tanya. Namun, Marwan tampaknya percaya pemerintah tak akan bertindak gegabah.
“Ya kalau sudah bisa dibangun di situ, berarti kan urusan nilai sejarahnya sudah beres,” ujarnya saat ditemui di Senayan, Rabu lalu.
Menurutnya, mustahil pemerintah ceroboh. Pasti sudah ada kajian mendalam, terutama terkait status lahan dan kaitannya dengan situs bersejarah itu. “Kami kira itu tidak mungkin pemerintah seceroboh itu,” tegas Marwan.
Baginya, yang jauh lebih penting adalah niat di balik rencana ini. Ia melihatnya sebagai sebuah gagasan besar. Presiden punya harapan untuk menyediakan fasilitas yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kepentingan umat.
“Kalau dikelola dengan baik, harta dan kemampuan keuangan umat sebetulnya dahsyat sekali,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Bareskrim Ungkap Perdagangan Emas Ilegal Senilai Rp 25,9 Triliun dari Kalbar hingga Papua
PATRIA Undang Dirjen Bimas Katolik dan Presiden untuk Pelantikan dan Refleksi Nasional
Pemerintah Batasi Pembelian Solar dan Pertalite Maksimal 50 Liter per Hari
Anggota DPR Apresiasi Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran 2026