"Dapat kami infokan bahwa sebagaimana disampaikan Pak Menlu, pemerintah telah menerima undangan rapat perdana Board of Peace, dan Presiden Prabowo Subianto akan hadir," kata Nabyl.
Menurutnya, kehadiran presiden ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah penegasan komitmen Indonesia untuk terlibat aktif sejak awal ikut menentukan arah dan kerja dewan tersebut.
"Indonesia akan menggunakan Board of Peace untuk memperjuangkan perlindungan warga sipil, mendorong pemulihan dan rekonstruksi Gaza, serta mengupayakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina berdasarkan solusi dua negara," tutur Nabyl tegas.
Jadi, dalam satu perjalanan, dua misi besar diemban: diplomasi perdamaian dan negosiasi ekonomi. Semuanya ditunggu hasil konkretnya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tandatangani Buku Diaspora Indonesia di Tokyo
Tim Troya Siapkan Gugatan PMH ke Jokowi untuk Transparansi Ijazah
American University of Beirut Kosongkan Kampus, Beralih ke Daring Imbas Ancaman Iran
Harga BBM Nonsubsidi Naik-Turun, Subsidi Pertalite dan Solar Tetap Stabil