"Dapat kami infokan bahwa sebagaimana disampaikan Pak Menlu, pemerintah telah menerima undangan rapat perdana Board of Peace, dan Presiden Prabowo Subianto akan hadir," kata Nabyl.
Menurutnya, kehadiran presiden ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah penegasan komitmen Indonesia untuk terlibat aktif sejak awal ikut menentukan arah dan kerja dewan tersebut.
"Indonesia akan menggunakan Board of Peace untuk memperjuangkan perlindungan warga sipil, mendorong pemulihan dan rekonstruksi Gaza, serta mengupayakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina berdasarkan solusi dua negara," tutur Nabyl tegas.
Jadi, dalam satu perjalanan, dua misi besar diemban: diplomasi perdamaian dan negosiasi ekonomi. Semuanya ditunggu hasil konkretnya.
Artikel Terkait
Kejagung Dalami Keterlibatan Pejabat dan Hitung Kerugian Negara di Kasus Korupsi AKT
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah
Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series 2026 Usai Kemenangan Besar
Diduga ODGJ Mengamuk, Enam Warga Grobogan Terluka Bacokan