Di sebuah apartemen di Bekasi Selatan, sebuah insiden tragis berakhir dengan penangkapan sepasang kekasih. Mereka berinisial RO (22) dan NM (24), diringkus polisi lantaran menelantarkan bayi laki-laki yang baru saja mereka lahirkan. Menariknya, di balik perbuatannya, keduanya mengaku menyesal. Bahkan, ada secarik harap dalam pengakuan mereka: semoga ada orang lain yang menemukan dan merawat si bayi.
Kapolsek Bekasi Selatan, Kompol Dedi Herdiana, membenarkan hal itu saat dikonfirmasi Rabu (11/2/2026).
“Iya, pengakuannya menyesal,” ujar Dedi.
“RO sempat berbicara bahwasanya semoga ada orang baik yang akan menampung anak tersebut,”
tambahnya.
Menurut penjelasan polisi, sejoli ini sengaja menyewa unit apartemen itu untuk check-in. Rencana awalnya mungkin sederhana. Tapi siapa sangka, bayi itu memilih untuk lahir justru di momen yang sama sekali tak terduga.
Kronologinya dimulai Jumat (6/2) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Usai berhubungan intim, mereka tertidur. Namun suasana tenang itu tak berlangsung lama. Kira-kira sejam kemudian, RO terbangun mendengar ringisan kesakitan dari NM.
NM bolak-balik ke kamar mandi. Perutnya sakit sekali. Keadaan itu berlangsung hingga pukul 02.00 WIB. Lalu, ketubannya pecah. Di sanalah, di lantai kamar mandi apartemen yang sepi, dia melahirkan.
“Saat posisi setengah jongkok dan akan berdiri di atas kloset, ketubannya pecah,”
sebut Dedi merinci.
RO pun turun tangan membantu proses persalinan. Setelah bayi lahir, mereka sempat kebingungan. Akhirnya, mereka mencari tutorial cara memotong tali pusar lewat internet. Cukup mengandalkan petunjuk dari dunia maya.
Begitu tali pusar berhasil dipotong, RO memegang bayi itu dan membersihkannya dengan tisu di atas kasur. Sementara NM sibuk membersihkan darah. Dia memasukkan tali pusar beserta ari-ari bayi ke dalam sebuah kantong plastik putih.
Lalu, apa yang terjadi? Bayi malang itu ditinggalkan begitu saja di kamar. Alasannya klasik, tapi memilukan: malu. Malu karena melahirkan di luar nikah, dan belum siap untuk berumah tangga.
“Jadi keterangan daripada kedua pelaku, mereka malu, dan belum siap menikah. Pada saat keluar daripada apartemen tersebut, mereka takut ketahuan oleh orang lain karena ternyata bayinya pada saat malam itu lahir,”
kata Dedi menutup penjelasan.
Artikel Terkait
Banjir Bandang Rendam Enam Kecamatan di Tapanuli Tengah, Jembatan Darurat Hanyut
Sega Umumkan Rilis Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties Edisi Deluxe pada Februari 2026
Pilot dan Kopilot Tewas, Pesawat Komersial Ditembak di Bandara Korowai Papua
Menteri Sosial Tegaskan Penerima PBI BPJS Kesehatan Ditentukan Berdasarkan Data Perengkingan BPS