Sementara di Aceh, dampaknya terbilang paling luas. Kerusakan menjangkau semua jenjang pendidikan, dari PAUD hingga pesantren, di banyak wilayah. Itu sebabnya, percepatan rehabilitasi di provinsi ini menjadi sangat krusial.
"Memang banyak yang cukup terdampak," ucap Tito mengakui.
Di sisi lain, proses pendataan yang akurat terus dilakukan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa rekonsiliasi data bersama dinas pendidikan daerah masih berlangsung. Ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
"Total sekolah yang terdampak 4.863," pungkas Mu'ti.
Rinciannya: 3.409 rusak ringan, 925 rusak sedang, 437 rusak berat, dan 92 lainnya bahkan harus direlokasi. Sambil data diperbarui, bantuan terus mengalir. Mulai dari school kit, ruang kelas darurat, bantuan tunjangan guru, sampai dukungan psikososial untuk pemulihan trauma.
Pada akhirnya, semua upaya ini bermuara pada satu harapan. Memulihkan sekolah berarti memulihkan masa depan. Dengan kembali berfungsinya kegiatan belajar mengajar, proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera diharapkan menemukan momentumnya yang tepat.
Artikel Terkait
Tim Hukum Klaim Identifikasi 16 Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
Indodax Raih Dua Penghargaan Platform Kripto Terpercaya 2026
PBB Kecam RUU Hukuman Mati Israel, Sebut Kejam dan Diskriminatif
Gejolak Iran Ancam Rantai Pasok Industri, Harga BBM Dijamin Tak Naik