Tak kalah menarik, masyarakat juga dapat menikmati instalasi cahaya tematik yang akan menghiasi area sekitar Bundaran HI. Cahaya-cahaya ini diharapkan menjadi daya tarik visual yang menambah kemeriahan suasana malam.
Rangkaian Acara Tersebar dan Dampak Ekonomi
Kemeriahan perayaan tidak hanya terpusat di kawasan Sudirman-Thamrin. Rangkaian acara diperluas ke beberapa lokasi lain, termasuk Festival Pecinan Jakarta di Anjungan DKI Taman Mini Indonesia Indah pada 15-17 Februari, Festival Klenteng Jakarta, serta perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret di Pancoran Chinatown Point. Penyebaran lokasi ini memungkinkan lebih banyak warga untuk turut serta dalam sukacita perayaan.
Yang penting untuk dicatat, Rano Karno memastikan bahwa selama festival berlangsung, tidak akan ada penutupan jalan seperti pada car free night. Akses lalu lintas di kawasan vital tersebut akan tetap dibuka agar denyut kehidupan kota tidak terganggu.
"Kita tidak tutup jalan, karena ini bagian dari Jakarta yang harus hidup. Kegiatan malam akan dinikmati sama seperti waktu Christmas," tuturnya.
Lebih jauh, rangkaian perayaan lintas budaya ini juga memiliki tujuan strategis untuk mendorong pariwisata dan pergerakan ekonomi lokal. Momentum ini dilihat sebagai peluang untuk membangun citra Jakarta sebagai kota global yang menghargai keberagaman dan mampu menyelenggarakan event berskala besar yang inklusif.
Artikel Terkait
Prabowo Bahas Gaza dan Kondisi Dalam Negeri Bersama Tokoh Ormas Islam
Gelombang Pemudik Masih Padati Bakauheni di H+7 Lebaran
Kuasa Hukum Jap Ferry Sanjaya Tuntut Vrijspraak, Sebut Kasus Plaza Klaten Murni Perdata
Perumda Pasar Jaya Genjot Pengangkutan 6.970 Ton Sampah di Pasar Kramat Jati