MURIANETWORK.COM - Pemerintah berencana menerapkan kebijakan kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) di sekitar periode Hari Raya Idul Fitri. Kebijakan ini, yang bertujuan memberikan fleksibilitas, menuai tanggapan beragam dari anggota parlemen yang menginginkan kajian lebih mendalam sebelum implementasi.
Pandangan Parlemen: Antara Peluang dan Tantangan
Anggota Komisi II DPR sekaligus Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, menyoroti bahwa kebijakan WFA perlu dilihat secara komprehensif. Menurutnya, kebijakan ini memiliki sisi positif dan negatif yang harus dipertimbangkan dengan saksama.
“Penerapan WFA itu seperti pisau bermata dua, bisa menguntungkan dan sebaliknya juga dapat merugikan,” tutur Deddy dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).
Potensi Peningkatan Produktivitas dan Ekonomi
Deddy mengakui bahwa dalam beberapa sektor tertentu, WFA dapat menjadi solusi yang efektif. Fleksibilitas ini dinilainya mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan psikologis ASN, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Artikel Terkait
Gus Salam Desak Negara Kuasai SDA Strategis dan NU Segera Berbenah
Surabaya Gelar Festival Industri dan Tenaga Kerja untuk Dongkrak Ekspor dan Serap Pengangguran
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga Empat Meter, Berlaku hingga 1 April
Rano Karno Ungkap Rencana Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di TMII