Soal kesejahteraan, ada kabar baik. Tunjangan sertifikasi untuk guru non-ASN dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Insentifnya juga bakal ditingkatkan jadi Rp400 ribu per bulan mulai tahun depan. Bantuan subsidi upah pun telah disalurkan kepada lebih dari 253 ribu guru non-ASN yang mengabdi di PAUD nonformal.
“Guru adalah kunci utama mutu pendidikan. Karena itu, kesejahteraan guru harus terus kita perbaiki,” tegas Mu’ti.
Sementara itu, di ranah evaluasi, Kemendikdasmen baru saja meluncurkan Transformasi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Tes yang diikuti 3,48 juta siswa SMA/SMK/MA pada November lalu itu ditekankan bukan untuk bahan perangkingan.
“TKA tidak dimaksudkan untuk menghasilkan ranking, tetapi sebagai bahan evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran,” ujarnya.
Aspek penguatan karakter juga tak luput dari perhatian. Gerakan Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat telah diikuti oleh 170.870 satuan pendidikan di 38 provinsi. Pemerintah juga menerbitkan peraturan tentang budaya sekolah yang aman dan nyaman, serta mendorong kegiatan penguatan nasionalisme seperti upacara bendera.
Pencapaian di kancah internasional pun patut disyukuri. Sepanjang 2025, peserta didik Indonesia berhasil membawa pulang 66 penghargaan, terdiri dari medali emas, perak, perunggu, dan honorable mention.
Menutup paparannya, Mu’ti menegaskan arah kebijakan pendidikan 2026.
“Seluruh kebijakan pendidikan 2026 kami arahkan pada penguatan partisipasi dan kolaborasi untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua,” pungkasnya.
Disusun dari keterangan resmi pemerintah.
Artikel Terkait
THR Dongkrak Belanja Ramadan, Tapi Fenomena Makan Tabungan Masih Terjadi
Cedera Lutut Paksa Mauro Zijlstra Absen dari Final FIFA Series, Jens Raven Dipanggil
Gus Salam Desak Negara Kuasai SDA Strategis dan NU Segera Berbenah
Surabaya Gelar Festival Industri dan Tenaga Kerja untuk Dongkrak Ekspor dan Serap Pengangguran