Menurut Tri, proses penertiban ini bukanlah hal instan. Ini hasil dari proses panjang yang sudah dijalani bersama. Dia menekankan, peran serta dan kesadaran warga sangat dibutuhkan agar penataan kota bisa berjalan baik. Tanpa itu, kekhawatirannya adalah pelanggaran akan jadi kebiasaan.
tambahnya.
Walau meminta masyarakat menyikapi penegakan aturan dengan kepala dingin dan rasa tanggung jawab, Tri menyatakan sudah memaafkan pedagang yang membawa golok itu. Baginya, di balik ketegangan, yang utama adalah bagaimana kedepannya semua pihak bisa lebih dewasa menghadapi dinamika kota.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga Empat Meter, Berlaku hingga 1 April
Rano Karno Ungkap Rencana Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di TMII
Puncak Arus Balik, Penumpang Bandara YIA Tembus 17 Ribu dalam Sehari
Kebakaran Pabrik Terpal di Gunung Putri, Empat Unit Damkar Dikerahkan